Oleh: Gatot Sundoro
iniSO.co – Dzikir, asal kata dari bahasa Arab ‘dzakara’ artinya ‘mengingat’
Dzikir ada 3 jenis, yaitu:
- Dzikir lisan, dzikir yang langsung diucapkan.
- Dzikir hati/qalbu, dzikir dalam hati yang hatinya selalu sadar dengan mengingat ALLOH.
- Dzikir perbuatan, mengingat ALLOH lewat aktivitas yang positif.
Pandangan para sahabat Nabi Saw dan tabiin mengenai batasan seseorang yang bisa dikategorikan dalam golongan ahli dzikir:
– Ibnu Abbas, menyatakan bahwa seseorang dianggap banyak berdzikir jika ia mengingat ALLOH di waktu siang maupun malam, dikala sempit maupun lapang dan dalam kondisi susah maupun senang.
– Atha bin Abi Rabah: Berpendapat bahwa siapa saja yang senantiasa menjaga sholat lima waktunya dengan memenuhi semua hak haknya, maka otomatis sudah terhitung dalam golongan ahli dzikir.
– Mu’adz bin Jabal, bertanya kepada Rasulullah Saw:” Amalan apa yang paling disukai oleh ALLOH?” Beliau menjawab:” Engkau mati dalam keadaan lisanmu basah karena dzikir kepada ALLOH.”
Dzikir itu kebalikan dari lalai atau lupa. ALLOH SWT telah memerintahkan kita untuk senantiasa berdzikir dan melarang lalai atau lupa.
ALLOH SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf, ayat 205:” Dan berdzikir lah (mengingat dan menyebut) TUHANMU dalam hatimu dan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”
Dan ALLOH SWT berfirman:” Wahai orang orang yang beriman! Berdzikir lah (mengingat dan menyebut) ALLOH, dengan dzikir yang sebanyak banyaknya, dan bertasbih lah (menyucikan) nama-NYA pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab : 41-42).
Dan ALLOH SWT berfirman:” Wahai orang orang yang beriman! Janganlah harta benda kalian dan anak anak kalian melalaikan kalian dari berdzikir (mengingat dan menyebut) ALLOH. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munafiqun : 9)
ALLOH SWT menjadikan dzikir sebagai tanda iman, sedangkan lupa dan lalai sebagai tanda kemunafikan dan kekufuran.
ALLOH SWT berfirman:” (Yaitu) orang orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan berdzikir (mengingat dan menyebut) ALLOH. Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada ALLOH hati menjadi tenteram. Orang orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” (Ar-Rad : 28-29)
Dan ALLOH SWT berfirman:” Sesungguhnya orang orang munafik itu hendak menipu ALLOH, dan ALLOH membalas tipuan mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya’ kepada manusia. Dan mereka tidak berdzikir (mengingat dan menyebut) ALLOH kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa’ : 142)
Sungguh, orang orang yang berakal menyambut panggilan RABB nya, maka mereka memperbanyak dzikir kepada ALLOH di waktu malam, siang dalam setiap keadaan, sehingga ALLOH SWT berfirman mengenai mereka:” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang benar benar terdapat tanda tanda (kebesaran ALLOH) bagi orang orang yang berakal, (yaitu) orang orang yang berdzikir (mengingat dan menyebut) ALLOH sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring.” (Ali Imran: 190-191)
ALLOH SWT telah mengabarkan bahwa DIA senantiasa ingat kepada orang yang senantiasa berdzikir kepada-NYA.
” maka ingatlah kalian kepada-KU, niscaya AKU pun akan ingat kepada kalian.” (Al-Baqarah: 152)
ALLOH SWT telah mengabarkan bahwa dzikir itu penyebab keberuntungan dan kemenangan.
ALLOH berfirman:” Dan berdzikir lah (mengingat dan menyebut) ALLOH sebanyak, agar kalian beruntung.” (Al-Anfal:45)
Dalam hadits qudsi, ALLOH SWT telah mengabarkan bahwa DIA senantiasa bersama orang yang berdzikir.
” AKU sesuai dengan persangkaan hamba-KU terhadap-KU, dan AKU bersamanya ketika dia berdzikir kepada-KU. Jika dia berdzikir dalam hatinya, maka AKU akan menyebutnya dalam DIRIKU. Dan jika dia menyebut nama-KU dihadapan para jama’ah, maka AKU akan menyebutnya di hadapan para jama’ah yang lebih baik dari pada mereka.”
Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda:” Barangsiapa duduk di suatu tempat duduk ataupun berbaring di pembaringan yang mana dia tidak berdzikir kepada ALLOH, maka dia akan mendapatkan kerugian dari ALLOH.” (HR. Abu Dawud)
Dzikir juga mempunyai beberapa faedah, diantaranya:
- Mampu mengusir setan dari rumah.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda:” Jangan jadikan rumah rumah kalian sebagai kuburan (karena sepi dari dzikir), sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.”
- Dijauhkan dari godaan setan.
Orang yang lisannya basah dengan banyak berdzikir, tidak gampang ghibah, lebih sabar. Karena hatinya sadar terus, mengingat ALLOH.
- Hati menjadi tenang.
Merupakan janji ALLOH, saat gelisah, galau ataupun overthinking; dengan berdzikir hati menjadi tenang.
” ……. hanya dengan mengingat ALLOH, hati menjadi tenteram.” (Ar-Rad: 28)
- Selalu diingat oleh ALLOH SWT.
Bukan kita saja yang mengingat ALLOH, namun ALLOH juga membalas mengingat kita.
” Ingatlah kamu kepada-KU, niscaya AKU ingat kepadamu.” (Al Baqarah: 152)
- Hati menjadi hidup.
Dari Abu Musa, Rasulullah Saw bersabda:” Perumpamaan orang yang berdzikir kepada RABB nya dan orang yang tidak berdzikir kepada RABB nya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.”
- Penyebab terkabulnya doa.
Dzikir istigfar, bukan hanya doa minta ampunan dosa, namun juga pembuka rezeki (QS. Nuh), terkabulnya turunnya hujan, perbanyak harta dan keturunan. Dan juga masalah yang terselesaikan, urusan dilancarkan.
- Penghapus dosa.
Rasulullah Saw pernah bersabda bahwasanya seorang mukmin yang membaca ‘Subhanallahi wa bihamdihi’ dibaca 100 kali sehari, dosa sebanyak buih dilautan, akan dihapus oleh ALLOH SWT.

