SURON.CO, Banyuwangi – Pada 3 Juli 2023 lalu menjadi peringatan World Plastic Bag Free Day atau hari bebas kantong plastik sedunia. Momen ini menjadi kampanye global untuk masyarakat dunia agar mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Salah satu produk ramah lingkungan pengganti kantong plastik adalah tas anyaman bambu. Tas ini diproduksi oleh masyarakat Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.
Lingkungan Papring sendiri memiliki sejarah panjang tentang penghasil kerajinan bambunya. Dilihat dari namanya saja, Papring yang berarti Panggonane Pring (tempatnya bambu). Membuat para leluhur di tempat tersebut beraktivitas sebagai pengrajin bambu, khususnya kerajinan besek pada mulanya.
Namun, lima tahun lalu, pada tahun 2019, salah seorang warga asli Lingkungan Papring, Widi Nurmahmudi, mencoba untuk mengasah skill menganyam bambu menjadi next level menjadi produk yang bernilai tinggi dari besek, yakni tas anyaman bambu.
“Jadi dari kelompok UMKM yang saya buat bernama Kriya Bambu Papring, dalam kelompok tersebut ada sekitar 21 orang, dan 10 orang diantaranya bertugas memproduksi tas anyaman bambu,” tutur Widi.
Widi, yang sekaligus pendiri dari Kampung Baca Taman Rimba (Batara) itu, menjelaskan, untuk bambunya sendiri juga tidak sembarangan. Masyarakat di sana lebih banyak menggunakan bambu batu yang diambil dari hutan karena sifatnya kuat dan lebih elastis. Yaitu jenis bambu yang lebih sering digunakan untuk bahan furniture atau konstruksial.
“Selain tas, ada pula yang membuat furnitur dari bambu seperti kursi, meja, Gedeg, lampion bambu hingga membuat pesanan gazebo-gazebo bambu,” jelas Widi.
Kemudian, untuk harga bukan tergantung dari motif anyaman, tapi berdasarkan dari ukuran tas yang dipesan. Dibanderol mulai harga Rp 6.000-25.000. Namun, untuk yang ingin memesan tas bambu, harus preorder atau memesan terlebih dahulu, karena kelompok tidak mempunyai gudang tempat penyimpanan tas.(*)

