Minke.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan pelatihan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan produk pangan berbasis perikanan. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) dan difokuskan pada teknik pengolahan serta penentuan umur simpan produk olahan ikan.
Pelatihan diberikan secara in-class dan diskusi interaktif. Peneliti dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN, Asep Nurhikmat, menjelaskan pentingnya melalui tahapan ilmiah dalam pengolahan bahan pangan. Mulai dari pemilihan bahan, pengujian laboratorium, hingga pelabelan kemasan produk.
“Proses ini penting untuk menghasilkan produk yang aman dikonsumsi, bergizi, dan menarik secara visual,” ujar Asep.
Salah satu materi utama adalah cara menduga umur simpan produk pangan, yang sangat krusial bagi keberlangsungan bisnis UMKM. Asep memaparkan bahwa proses pemanasan dapat menurunkan kadar vitamin, protein, dan warna alami makanan, tergantung pada jenis produknya.
Dalam sesi praktik, peserta dibimbing menggunakan metode sterilisasi retort, yakni teknik pengolahan dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh mikroorganisme berbahaya.
“Metode retort sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan produk pangan dalam kemasan tertutup, seperti produk olahan ikan,” terang Asep. Peserta diajarkan menghitung umur simpan secara ilmiah, agar produk UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Asep juga menyampaikan hasil riset tentang mutu produk kaleng seperti gudeg, yang menunjukkan perubahan warna, kandungan protein, dan tingkat ketengikan akibat proses sterilisasi berlebih. Informasi ini membuka wawasan pelaku UMKM terhadap pentingnya pengujian kualitas dan kehati-hatian dalam proses produksi.
Wakil Rektor II UISI, Her Arsa Pambudi, menyambut baik kolaborasi antara BRIN dan UISI. Ia menilai kegiatan ini sangat berdampak bagi masyarakat, khususnya UMKM di wilayah Gresik.
“Dengan dukungan riset dan teknologi dari BRIN, UMKM lokal kini bisa lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi. Ini bukan hanya meningkatkan ekonomi, tapi juga kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

