Minke.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat lebih dari 10 ribu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) telah mendapatkan pendampingan literasi digital. Program ini membantu pelaku usaha lokal beradaptasi di tengah persaingan dengan toko modern sekaligus memperluas pemasaran secara online.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan pendampingan tersebut tidak hanya mencakup pelatihan pemasaran digital, tetapi juga fasilitasi pembuatan foto dan video produk agar lebih menarik di pasar daring.
“Semua program untuk UMKM di Jatim sudah paripurna. DPRD juga sudah menyetujui tambahan dana bergulir dengan nilai ratusan miliar untuk memperkuat UMKM,” kata Emil Dardak saat kunjungan kerja ke Situbondo, Selasa (9/9/2025).
Dalam pelaksanaan program literasi digital UMKM, Pemprov Jatim melibatkan anak muda yang memiliki kemampuan di bidang digitalisasi.
Menurut Emil, peran generasi muda sangat penting dalam mendampingi UMKM agar mampu mengoptimalkan strategi pemasaran digital.
“Anak muda memberikan pendampingan agar produk UMKM bisa dipasarkan dengan baik. Foto dan video produk dibuat lebih menarik sehingga daya saing meningkat,” jelas Emil.
Emil menegaskan bahwa pendampingan literasi digital merupakan bagian dari program penguatan UMKM Jawa Timur yang telah disusun secara menyeluruh.
Mulai dari peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, hingga penyediaan pembiayaan terus diperkuat.
“Pemprov Jatim sudah memfasilitasi semuanya untuk penguatan UMKM. Dari produk harus unggul, pemasaran tepat, sampai pembiayaan tersedia,” tegas Emil.
Melalui literasi digital, UMKM di Jawa Timur diharapkan lebih melek teknologi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan era digital. Program ini juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing UMKM Jawa Timur di tingkat lokal maupun nasional.
Pendampingan yang diberikan tidak hanya memberdayakan pelaku usaha, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal berbasis inovasi dan digitalisasi.

