iniSO.co – Keripik tempe khas Kota Malang kini tak lagi sekadar camilan lokal. Produk UMKM asal Kota Malang tersebut resmi menembus pasar internasional setelah berhasil melakukan ekspor perdana ke Selandia Baru. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa UMKM Malang mulai naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.
Ekspor tersebut bukan pengiriman satu kali. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memastikan bahwa pengiriman produk UMKM ke Selandia Baru akan kembali dilanjutkan secara bertahap pada pekan depan.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjelaskan bahwa tidak semua pelaku UMKM bisa langsung masuk pasar ekspor. Produk yang dikirim telah melalui proses kurasi ketat, meliputi legalitas usaha, standar produksi, kualitas kemasan, hingga kesiapan pasar internasional.
“UMKM yang bisa ekspor adalah mereka yang sudah memenuhi standar global. Proses kurasi ini penting agar produk kita benar-benar siap bersaing di pasar internasional,” ujar Eko, belum lama ini.
Hingga saat ini, sebanyak 22 UMKM Kota Malang dinyatakan lolos kurasi dan terlibat dalam program ekspor. Produk yang dikirim pun beragam, mulai dari olahan pangan seperti keripik tempe, hingga produk kriya bernilai tambah yang memiliki daya saing tinggi.
Menurut Eko, keberhasilan ekspor UMKM ini memberikan efek berantai bagi penguatan ekonomi daerah. Selain mendorong UMKM naik kelas, program tersebut juga memperkuat ekosistem ekonomi mikro berkelanjutan di Kota Malang.
“Perizinan jelas, produksi siap, kemasan sesuai standar, dan pasarnya ada. Dampaknya sangat terasa terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Malang,” jelasnya.
Tidak berhenti di Selandia Baru, Diskopindag Kota Malang telah menyiapkan peta jalan ekspansi pasar ekspor yang lebih luas. Pada tahun 2026, pasar UMKM Kota Malang ditargetkan merambah Malaysia, Abu Dhabi, hingga kawasan Asia Pasifik, dengan jumlah pelaku usaha dan ragam produk yang terus bertambah.
“Ke depan UMKM-nya akan lebih banyak, produknya semakin beragam, dan jangkauan pasarnya makin luas. Ini akan menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi mikro Kota Malang,” pungkas Eko.
Keberhasilan keripik tempe Malang menembus pasar global ini menjadi simbol transformasi UMKM lokal yang semakin adaptif, inovatif, dan siap menjadi tulang punggung ekonomi daerah di era perdagangan internasional.

