iniSO.co – Bank UMKM Jawa Timur atau PT BPR Jatim (Perseroda) memperkenalkan potensi unik Salak Bangkalan ke kancah nasional dalam ajang Misi Dagang di Semarang, Kamis (29/1/2026). Langkah ini menjadi strategi memperkuat peran bank sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui pendampingan UMKM dari hulu ke hilir.
Direktur Utama Bank UMKM Jawa Timur, Irwan Eka Wijaya Arsyad, menegaskan keikutsertaan nasabah binaan dalam misi dagang tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki daya saing tinggi jika dikembangkan dengan inovasi.
“Kami sengaja membawa Salak Bangkalan ke Semarang untuk membuktikan bahwa produk lokal yang dianggap kurang kompetitif bisa menjadi primadona melalui inovasi,” jelas Irwan.
Salak Bangkalan memiliki karakter rasa segar dengan tekstur sangat berair atau juicy. Karakter ini membuatnya ideal sebagai bahan baku berbagai produk olahan kreatif, bukan sekadar dikonsumsi sebagai buah segar.
Saniyah, pemilik UD. Budi Jaya asal Bangkalan, berhasil mengolah buah ini menjadi produk bernilai ekonomi tinggi berupa cokelat isi salak bermerek “Cokomat” (Cokelat Salak Keramat). Inovasi rasa unik ini menarik perhatian pasar karena masih jarang ditemui di tingkat nasional.
Keberhasilan usaha tersebut didukung fasilitas pembiayaan Kredit untuk Semua Usaha (Kusuma) dari Bank UMKM Jawa Timur. Skema kredit ini dirancang dengan persyaratan sederhana guna mendorong inklusi keuangan bagi usaha mikro dan kecil.
“Bank UMKM tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan bunga ringan, tetapi juga mitra strategis yang membukakan pintu pasar,” tambah Irwan.
Batik Madura Ikut Didorong
Selain sektor pangan, Bank UMKM Jawa Timur juga mempromosikan produk kriya unggulan berupa Batik Madura melalui Jokotole Collection milik Uswatun Hasanah. Batik tulis dengan warna berani dan motif khas tersebut menjadi daya tarik investor karena nilai estetika dan daya saingnya yang tinggi.
Agenda Misi Dagang dan Investasi antara Pemprov Jatim dan Pemprov Jateng ini mencatat nilai transaksi sementara mencapai Rp2,9 triliun. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut kegiatan ini mempertemukan 218 pelaku usaha dari dua provinsi.
Jawa Timur mencatatkan penjualan Rp2,658 triliun dan pembelian Rp184 miliar, ditambah komitmen investasi Rp96 miliar yang diharapkan memperkuat struktur ekonomi regional.
Kerja sama perdagangan ini menjadi yang pertama dilakukan secara intensif antara kedua provinsi di Jawa Tengah. Bank UMKM Jawa Timur berkomitmen terus mengawal produk binaannya, termasuk Salak Bangkalan, agar semakin dikenal luas dan mampu bersaing hingga pasar global.

