iniSO.co – Pemerintah Kota Batu kian serius mengawal pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak sekadar bertahan, tetapi benar-benar naik kelas. Salah satu langkah strategis yang kini digeber adalah Program 365 UP (UMKM Maju Bersama), pendampingan intensif selama satu tahun penuh bagi UMKM terpilih.
Program 365 UP Kota Batu berada di bawah kendali Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu (Diskumperindag) melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Sebanyak 40 UMKM akan mendapatkan pendampingan terstruktur selama 365 hari.
Plt Kepala Diskumperindag Kota Batu, Dian Fahroni, menegaskan bahwa 365 UP bukan sekadar pelatihan sesaat, melainkan proses inkubasi bisnis yang menyeluruh dan berkelanjutan.
“Program 365 UP merupakan bentuk pendampingan usaha secara intensif selama 365 hari bagi UMKM terpilih. Tujuannya agar mereka mampu memperkuat tata kelola usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pasar,” ujar Dian, Senin (2/3/2026).
Menurut Dian, banyak UMKM di Kota Batu memiliki produk berkualitas, tetapi masih lemah dalam aspek manajemen usaha, legalitas, hingga pemasaran. Melalui program ini, pemerintah hadir mengisi celah tersebut agar pelaku usaha memiliki fondasi bisnis yang kokoh.
Dalam Program 365 UP, peserta akan mendapatkan pendampingan di berbagai aspek strategis, mulai dari penguatan branding, pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), pengembangan digital marketing, hingga fasilitasi sertifikasi halal.
Tak hanya itu, peningkatan kualitas produk juga menjadi perhatian agar UMKM Kota Batu mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
“Pendampingan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. Jadi bukan hanya teori, tetapi benar-benar praktik yang dikawal sampai pelaku usaha siap mandiri,” tegasnya.
Pemkot Batu juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM. Pelatihan teknis diberikan sesuai bidang usaha, termasuk bagi para pembatik. Bahkan, fasilitasi sertifikasi kompetensi pembatik disiapkan sebagai bentuk pengakuan profesionalisme dan peningkatan daya saing.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan UMKM Kota Batu agar memiliki standar kualitas yang jelas dan diakui secara formal.
Gerai UMKMdi Setiap Kecamatan
Di sisi pemasaran, Pemkot Batu merancang pengembangan gerai atau galeri UMKM di setiap kecamatan. Gerai UMKM tersebut diharapkan menjadi etalase produk unggulan daerah sekaligus memudahkan akses masyarakat dan wisatawan terhadap produk lokal.
“Gerai UMKM di tiap kecamatan akan menjadi pusat distribusi sekaligus promosi. Produk lokal harus punya ruang tampil yang layak,” imbuh Dian.
Penguatan UMKM Kota Batu juga dilakukan melalui pendekatan kolaborasi hexahelix. Pemerintah menggandeng akademisi, komunitas, pelaku usaha, media, hingga masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang sehat dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga tahan menghadapi tantangan,” ujarnya.
Program 365 UP menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Batu dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah. Dengan pendampingan setahun penuh, UMKM lokal diharapkan tumbuh profesional, berdaya saing, dan siap menembus pasar yang lebih luas.
“UMKM bukan sekadar pelaku ekonomi skala kecil. Mereka adalah tulang punggung pergerakan ekonomi daerah,” tutupnya.

