iniSO.co – Upaya menggerakkan ekonomi lokal terus dipacu. Subandi menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kemudahan perizinan hingga optimalisasi program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) berbunga ringan.
Menurutnya, sektor UMKM di Sidoarjo yang jumlahnya mencapai sekitar 250 ribu unit memiliki potensi besar sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, berbagai kebijakan strategis terus diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha.
“Penguatan UMKM harus menjadi perhatian kita bersama. Permudah perizinan dan pastikan pendampingan berjalan dengan baik,” ujar Subandi, Senin (6/4/2026).
Ia menekankan, proses perizinan bagi pelaku usaha yang ingin mengakses Kurda harus dipermudah dan dipercepat. Peran BPR Delta Artha sebagai lembaga penyalur juga diharapkan semakin optimal dalam menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM.
Tak hanya itu, pendampingan menjadi kunci penting agar program subsidi bunga benar-benar tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan skema pembiayaan yang diberikan mampu menjangkau pelaku usaha kecil hingga mikro.
“Termasuk optimalisasi subsidi bunga Kurda 0,2 persen agar tepat sasaran,” tambahnya.
Berdasarkan kebijakan terbaru dalam Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2025, suku bunga Kurda ditetapkan hanya 2 persen per tahun atau sekitar 0,16 persen per bulan. Angka tersebut merupakan hasil subsidi bunga dari pemerintah daerah yang mencapai delapan hingga sembilan persen.
Melalui program ini, pelaku UMKM dapat mengakses pinjaman dengan plafon hingga Rp 50 juta. Bahkan, untuk pinjaman Rp 5 juta hingga Rp 10 juta, fasilitas kredit diberikan tanpa agunan, sehingga semakin memudahkan pelaku usaha kecil untuk berkembang.
Selain kemudahan akses pembiayaan, Subandi juga mendorong pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Transformasi digital dan penguatan branding dinilai menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Percepatan transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh menjadi sektor unggulan yang menopang ekonomi daerah secara berkelanjutan.

