iniSO.co – Sebanyak 120 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengikuti pelatihan platform marketplace yang digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Timur di Surabaya pada 18–19 April 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemasaran produk halal melalui digitalisasi.
Pelaksana Tugas ISNU Jawa Timur, Afif Hasbullah, mengatakan digitalisasi menjadi langkah strategis untuk mendorong daya saing UMKM halal di pasar yang lebih luas.
“Langkah strategisnya antara lain melalui digitalisasi pemasaran produk yang telah bersertifikat halal ke dalam platform marketplace,” ujarnya saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III PW ISNU Jatim menjelang pelatihan, Sabtu (18/4/2026).
Pelatihan ini diinisiasi oleh Lembaga Solusi Halal (LSH) PW ISNU Jawa Timur dengan tujuan menyinergikan pelaku usaha dengan Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalitas sekaligus memperluas jangkauan pasar produk halal lokal.
Peserta pelatihan marketplace UMKM tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Bangkalan, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Mojokerto Raya, Malang Raya, Pasuruan Raya, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Banyuwangi, Trenggalek, hingga Sumenep.
Dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan halal bihalal, Wakil Ketua PW ISNU Jawa Timur, Muhammad Yasin, menilai pelatihan marketplace bagi UMKM sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas pemasaran produk melalui sinergi lintas wilayah.
“Peningkatan pemasaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan platform marketplace yang sudah dikenal, tanpa harus membuat platform baru. Namun tetap memerlukan pelatihan agar pelaku usaha mampu mengoptimalkan penggunaannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Industri Produk Halal Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur, Siti Nur Husnul Yusmiati, menyebut aspek kehalalan menjadi faktor penting dalam keputusan konsumen.
Ia mengungkapkan sekitar 53 persen masyarakat mempertimbangkan label halal dalam memilih produk, sehingga penguatan branding halal dinilai sangat strategis dalam pemasaran.
Lebih lanjut, LSH PW ISNU Jawa Timur juga aktif dalam edukasi sertifikasi halal, termasuk dalam NUconomic Festival 2026 yang digelar di Kampung Coklat pada Februari lalu.
Sejak diinisiasi pada 2021, LSH PW ISNU Jawa Timur telah mendampingi sekitar 85.000 pelaku UMKM hingga 2025, dengan melibatkan 560 sarjana Nahdlatul Ulama sebagai pendamping.
Ketua Pelaksana pelatihan, Sumangat, menjelaskan materi yang diberikan mencakup ekspansi bisnis, akses permodalan, pengelolaan usaha daring, strategi pemasaran digital, hingga penguatan ekonomi bisnis di era digital.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan teknis berupa proses on boarding atau pembukaan toko di marketplace, termasuk optimalisasi strategi pemasaran dan penulisan deskripsi produk.
Pelatihan marketplace UMKM ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha halal di Jawa Timur semakin adaptif terhadap teknologi digital, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

