iniSO.co – PGN memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PGN memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM dengan profil risiko tinggi serta penyandang disabilitas.
Program tersebut dijalankan melalui skema Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) hasil kerja sama PGN dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kolaborasi ini mencakup pelatihan dan pendampingan usaha bagi para UMKM binaan untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan daya saing.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan program pembinaan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memastikan pemberdayaan UMKM menjangkau kelompok usaha yang menghadapi tantangan lebih besar, termasuk pelaku usaha dengan keterbatasan akses.
“PGN meyakini pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan pembiayaan, tetapi juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan dan tepat sasaran. Melalui program ini, kami ingin memastikan pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Fajriyah dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Program bertajuk Pendampingan Peningkatan Program PUMK bagi UMKM Penyaluran BRI dan Disabilitas melalui Pengukuran Dampak dan Optimalisasi Pendapatan tersebut dilaksanakan dalam dua batch yang mencakup wilayah Tangerang dan Serang.
Batch pertama digelar pada 19–21 Mei 2026 di Hotel Sahid Karawaci dengan melibatkan 24 peserta, terdiri dari 16 nasabah PUMK dan delapan peserta penyandang disabilitas.
Secara keseluruhan, program ini menargetkan 40 UMKM sebagai penerima manfaat. Materi pelatihan dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha melalui pengukuran dampak program dan optimalisasi pendapatan.
PGN memastikan pembinaan tidak berhenti pada pelatihan tatap muka selama tiga hari. Seluruh peserta akan memperoleh pendampingan lanjutan selama enam bulan melalui sesi mentoring individual.
Pendampingan tersebut difokuskan pada pengembangan strategi usaha, peningkatan kapasitas bisnis, optimalisasi pemasaran, hingga pengelolaan keuangan usaha agar peserta mampu mengimplementasikan materi pelatihan secara langsung.
Salah satu peserta, Wiwin, mengaku program tersebut memberikan manfaat besar bagi pengembangan usahanya.
“Selain mendapatkan pengetahuan praktis dan pengalaman baru, kami juga dapat memperluas relasi dengan sesama pelaku UMKM. Pendampingan ini sangat membantu dalam menghadapi tantangan usaha,” katanya.
Melalui program CSR pembinaan berkelanjutan ini, PGN berharap UMKM binaan, termasuk pelaku usaha disabilitas dan usaha dengan tantangan lebih kompleks, mampu meningkatkan daya saing, memperluas peluang pasar, dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang inklusif.

