iniSO.co – Bank Rakyat Indonesia Branch Office (BO) Trenggalek, Jawa Timur terus memperkuat perannya dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga April 2026, BRI BO Trenggalek tercatat telah menyalurkan KUR sebesar Rp252,7 miliar kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
Branch Office Head BRI BO Trenggalek, Ikhwan Beladdinilma mengatakan, penyaluran KUR didominasi sektor perdagangan eceran hasil ternak dengan nilai mencapai Rp35 miliar atau 13,83 persen dari total realisasi hingga April 2026.
Menurutnya, sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga industri jasa lainnya masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Trenggalek. Karena itu, BRI terus mendorong akses pembiayaan yang lebih mudah agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas bisnisnya.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Trenggalek melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Trenggalek di bidang perikanan dan pertanian yang tentunya BRI memiliki peran untuk mendukung pelaku usaha dalam pendanaan usaha maupun peningkatan kapasitas usaha,” ujar Ikhwan.
Ia menambahkan, penyaluran KUR tidak hanya bertujuan memberikan tambahan modal usaha, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan memperkuat daya saing ekonomi daerah. Program tersebut juga disebut sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM dan pemerataan pembangunan.
Selain pembiayaan, BRI juga memberikan pendampingan usaha dan edukasi finansial kepada para debitur agar mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah dengan potensi unggulan.
Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI BO Trenggalek optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” tegasnya.

