iniSO.co – Dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbukti mampu mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang dan naik kelas. Hal tersebut dialami Ni’amah, pelaku UMKM asal Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang berhasil mengembangkan usaha dari toko sembako sederhana menjadi agen sembako dan toko emas.
Ni’amah yang telah menjadi nasabah BRI selama sekitar 20 tahun memulai usahanya dari toko sembako kecil yang dijalankan dari rumah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut terus berkembang berkat ketekunan dalam berwirausaha serta dukungan akses pembiayaan perbankan.
Dalam pengembangan usahanya, Ni’amah memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dengan plafon pembiayaan sebesar Rp250 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat modal usaha, meningkatkan kapasitas perdagangan, dan memperluas lini bisnis yang dijalankan.
Saat ini, usaha yang semula hanya berupa toko sembako rumahan telah berkembang menjadi agen sembako yang melayani kebutuhan masyarakat sekitar serta toko emas yang beroperasi di Pasar Kepanjen.
“Saya menjadi nasabah BRI sudah sekitar 20 tahun. Awalnya hanya memiliki usaha sembako kecil-kecilan. Seiring berjalannya waktu dan dengan dukungan pembiayaan usaha dari BRI, Alhamdulillah usaha kami terus berkembang hingga saat ini memiliki agen sembako dan toko emas di Pasar Kepanjen,” ujar Ni’amah, Senin (1/6).
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana akses pembiayaan yang dimanfaatkan secara produktif dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan skala usaha dan memperluas peluang bisnis.
Branch Office Head BRI Kepanjen, Herwansyah, mengatakan kisah Ni’amah mencerminkan keberhasilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk memperkuat usaha secara berkelanjutan.
“BRI memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Kisah Ibu Ni’amah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan dukungan pembiayaan yang tepat, pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas usahanya dan naik kelas,” kata Herwansyah.
Menurutnya, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari peningkatan omzet maupun aset usaha, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi terhadap perubahan pasar, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
BRI terus memperluas akses pembiayaan bagi sektor UMKM melalui penyaluran KUR dan berbagai program pendampingan usaha. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kisah Ni’amah menjadi bukti bahwa pelaku UMKM lokal memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung semangat pantang menyerah, pengelolaan usaha yang baik, serta akses pembiayaan yang tepat. Dari usaha sembako sederhana yang dirintis dari rumah, kini usahanya tumbuh menjadi agen sembako dan toko emas yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

