iniSO.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya meningkatkan realisasi penyaluran dana program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) selama Semester I 2026. Total dana yang disalurkan mencapai Rp245.288.000, meningkat sekitar 56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp156.659.000.
Peningkatan penyaluran dana TJSL KAI Daop 8 Surabaya tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan, selain terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan andal.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah merealisasikan berbagai program sosial, mulai dari pembangunan dan renovasi sarana ibadah, bantuan kepada pemerintah daerah, sekolah, serta lembaga kemasyarakatan. Selain itu, perusahaan juga menyalurkan paket sembako, bantuan hewan kurban saat Iduladha, dukungan bagi panti rehabilitasi penyandang disabilitas sensorik, kegiatan penghijauan, hingga penyediaan berbagai fasilitas umum.
Di bidang ekonomi, KAI Daop 8 Surabaya juga terus memperkuat pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut mencakup pendampingan pelaku usaha, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, serta penguatan daya saing agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
Salah satu hasil nyata pembinaan tersebut ditunjukkan oleh Batik Bu Dar asal Mojokerto yang berhasil memperluas pasar dan dipercaya mewakili UMKM binaan KAI dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan batik khas Mojokerto ke pasar nasional sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis di industri kreatif.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan program TJSL merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Sebagai BUMN yang hadir di tengah masyarakat, KAI tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan transportasi perkeretaapian yang aman, nyaman, selamat, dan andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui program TJSL, kami ingin tumbuh bersama masyarakat dengan menghadirkan program yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mahendro, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, pembinaan UMKM menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Keberhasilan Batik Bu Dar tampil di Indonesia Fashion Week 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara BUMN dan pelaku usaha lokal mampu membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang hingga tingkat nasional.
“Kami berharap semakin banyak UMKM binaan yang mampu meningkatkan kualitas produknya, memperluas akses pasar, dan memiliki daya saing yang semakin kuat. KAI berkomitmen menghadirkan program TJSL yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan sehingga masyarakat dapat tumbuh dan berkembang bersama perusahaan,” tambahnya.
Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya memastikan program TJSL akan terus dijalankan secara konsisten dengan menggandeng pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat program sekaligus memperkuat peran KAI sebagai BUMN yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

