iniSO.co – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri mencapai Rp25,63 triliun hingga Juli 2026, atau 62,5 persen dari target penyaluran sepanjang tahun ini. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas akses pembiayaan produktif sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas.
Selain penyaluran KUR, Bank Mandiri mencatat sebanyak 56.043 debitur berhasil melakukan graduasi atau beralih ke skema pembiayaan yang lebih tinggi selama Januari-Juli 2026.
Pada periode yang sama, perseroan juga telah menjangkau 134.682 debitur baru sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha.
Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, mengatakan pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan.
Menurut dia, keberhasilan pemberdayaan juga tercermin dari semakin banyak pelaku UMKM yang mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan naik kelas.
“Bank Mandiri percaya bahwa UMKM merupakan pondasi utama ekonomi Indonesia. Karena itu, kami membangun ekosistem yang mendukung pelaku usaha di setiap tahap pertumbuhan, mulai dari memperoleh akses pembiayaan, mengembangkan usaha melalui solusi digital, hingga mampu meningkatkan skala bisnisnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (12/8/2026).
Bayu menambahkan, keberhasilan UMKM naik kelas menjadi salah satu indikator bahwa program pemberdayaan memberikan dampak berkelanjutan terhadap perekonomian nasional.
Penguatan UMKM oleh Bank Mandiri dilakukan melalui pendekatan yang mencakup pembiayaan, digitalisasi, layanan transaksi, solusi pembayaran, serta pendampingan usaha.
Momentum Hari UMKM Nasional sekaligus menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi Bank Mandiri untuk mempertegas perannya sebagai mitra pertumbuhan pelaku usaha.
Sejalan dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Bank Mandiri mendorong penguatan ekosistem UMKM agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan produktif dan mampu meningkatkan skala bisnis.
Perseroan juga terus bersinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, komunitas usaha, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing UMKM.
Upaya tersebut mencakup percepatan inklusi keuangan dan transformasi digital sehingga pelaku UMKM dapat memanfaatkan layanan perbankan dan solusi transaksi sesuai kebutuhan bisnis.
Bank Mandiri juga memperkuat sinergi dalam Ekosistem Danantara untuk mendorong optimalisasi pembiayaan sektor produktif, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Ke depan, perseroan menargetkan perluasan kolaborasi dan inovasi untuk mendorong lebih banyak UMKM naik kelas, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

