SURON.CO, Malang – Mahasiswa kelompok 36 KSM-T Unisma Malang melaksanakan program kerja di i Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Salah satu proker yang diusung adalah edukasi pembukuan keuangan digital yang digelar di rumah pelaku UMKM, Ida.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pentingnya pembukuan keuangan dalam pelaksanakan kegiatan usaha mandiri warga. Mengingat masih banyak pelaku UMKM di desa khususnya di Desa Sukolilo, ini masih belum menerapkan metode catatan keuangan dalam manejemen keuangan pada usahanya.
Termasuk usaha krupuk samiler yang dimiliki oleh Ida juga belum menerapkan catatan keuangan dalam manajemen keuangannya. Kelompok 36 KSM-T Unisma ingin membantu mengenalkan metode pencatatan keuangan ini kepada pelaku usaha UMKM di Desa Sukolilo.
Berdasarkan penuturan anak dari Ida sebelumnya memang belum menggunakan pencatatan dalam bentuk digital. Jadi selama ini berjalan usaha masih menggunakan pencatatan manual dalam bentuk buku, yang penghitungannya dilakukan langsung dan pengkalkulasiannya juga manual.
“Agak kurang efisien sebenarnya mas di era digital seperti sekarang ini. Jadi dengan adanya kegiatan dari KSM-T Unisma 2024 kami pelaku usaha mikro kecil di desa sangat terbantu untuk mendigitalisasi pencatatan keuangan usaha,” ujar Ida.
KSM-T Unisma merekomendasikan metode pencatatan keuangan digital, dengan menggunakan aplikasi Catatan Keuangan yang sudah tersedia di smartphone. Sehingga dapat lebih mudah untuk mencatat masuk dan keluarnya uang dalam transaksi jual beli pada usaha Krupuk Samiler milik Ida.
Kelompok 36 KSM-T Unisma Malang juga menyarankan supaya memisahkan antara manajemen keuangan usaha dengan keuangan pribadi dari pemilik usaha. Hal ini bertujuan agar dapat dengan mudah mengkalkulasi pendapatan harian, mingguan, bulanan, ataupun tahunan.(*)

