Minke.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mengusulkan tambahan alokasi anggaran sebesar Rp250 miliar dalam APBD 2025. Dana ini akan difokuskan untuk mendukung program padat karya produktif, pelatihan vokasi, dan pemberdayaan UMKM, sebagai langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah tersebut.
Usulan ini disampaikan oleh Anggota DPRD Jatim, Dewanti Rumpoko, saat membacakan jawaban akhir Fraksi PDI Perjuangan Jawa Timur terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2024.
“Langkah ini strategis untuk menurunkan kemiskinan dan pengangguran dalam dua tahun ke depan,” ujar Dewanti, yang juga dikenal sebagai politisi asal Malang Raya.
Dewanti juga menekankan pentingnya keterbukaan data realisasi belanja sektoral, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, data tersebut wajib disampaikan sebelum pengesahan APBD 2025 agar masyarakat bisa memahami alokasi anggaran dengan lebih transparan dan objektif.
“Alokasi belanja sektoral harus transparan dan bisa dipahami publik,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Fraksi PDIP menyoroti angka kemiskinan yang masih stagnan di 10,13% per Maret 2024 serta tingkat pengangguran terbuka yang berada di angka 5,13%. Menurut Dewanti, data tersebut menunjukkan bahwa sejumlah program kesejahteraan rakyat belum berdampak signifikan.
Sebagai solusi, ia mendorong dilakukannya penataan ulang program penanggulangan kemiskinan menggunakan data spasial berbasis desa dan kelurahan.
“Pendekatan berbasis peta kemiskinan akan jauh lebih efektif dalam memastikan intervensi yang tepat sasaran,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dewanti juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh komisi DPRD Provinsi Jawa Timur atas kerja keras dalam menyusun laporan pelaksanaan APBD 2024 secara mendalam dan objektif. Ia menyebut laporan tersebut sebagai landasan penting bagi sikap politik Fraksi PDIP terhadap kebijakan anggaran daerah.
“Laporan itu memberikan gambaran nyata tentang kondisi dan tantangan pemerintah provinsi dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Dewanti, yang juga mantan Wali Kota Batu.

