iniSO.co – Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama ekonomi dengan Tiongkok melalui gelaran Indonesia-China Investment Forum di Beijing. Forum ini menjadi bagian dari rangkaian misi dagang pemerintah untuk menarik investasi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha nasional.
Kegiatan yang berlangsung di China World Hotel ini digagas oleh Asian Trade, Tourism, and Economics Council dan dihadiri pejabat dari kedua negara, pelaku usaha, hingga investor.
Forum difokuskan pada diskusi panel dan sesi business matching yang membuka peluang kerja sama konkret di berbagai sektor. Mulai dari industri, perdagangan, hingga pengembangan usaha kecil dan menengah atau UMKM.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menilai Indonesia-China Investment Forum menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi pelaku usaha Indonesia di pasar global, khususnya UMKM.
“Forum ini memiliki arti strategis dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara, khususnya dalam pengembangan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Pelaku usaha harus mampu terintegrasi dalam global value chain serta adaptif terhadap transformasi digital dan inovasi teknologi,” kata Maman dalam keterangan resminya, Sabtu (4/4/2026).
Menurut Maman, penguatan kerja sama ekonomi Indonesia dan Tiongkok tidak hanya penting untuk meningkatkan investasi, tetapi juga membuka peluang ekspansi pasar bagi produk-produk UMKM Indonesia.
Selain mendorong investasi, forum ini dinilai penting dalam memperluas jejaring bisnis antara Indonesia dan Tiongkok yang selama ini menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia.
Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menyebut forum tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara.
“Forum ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok, serta memperkuat kemitraan yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan,” ujar Djauhari.
Sementara itu, Ketua Umum ATTEC, Budihardjo Iduansjah, menegaskan bahwa forum ini tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan diarahkan untuk menghasilkan kerja sama konkret.
“Forum ini tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga jembatan untuk menghadirkan kerja sama nyata, baik dalam bentuk investasi, ekspansi pasar, maupun kemitraan industri yang berkelanjutan antara Indonesia dan Tiongkok,” tutur Budihardjo.
Sebagai tindak lanjut, forum ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Asian Trade, Tourism, and Economics Council dan China International Council for the Promotion of Multinational Corporations. Kerja sama ini ditujukan untuk mendorong kolaborasi investasi dan perdagangan yang lebih terstruktur.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Indonesia juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan institusi strategis di Tiongkok. Pertemuan dilakukan di sektor industri, perdagangan, sistem pembayaran, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi utama di kawasan Asia.

