iniSO.co – Amartha bersama puluhan mitra lintas sektor memperkuat pembahasan mengenai financial health atau kesehatan finansial masyarakat akar rumput sebagai upaya membantu pelaku UMKM memiliki kondisi keuangan yang lebih stabil, tangguh, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya indeks inklusi keuangan nasional. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Pusat Statistik, indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen.
Namun, Amartha menilai akses layanan keuangan saja belum cukup tanpa diimbangi edukasi, pendampingan, literasi finansial, serta dukungan teknologi dan kebijakan yang memadai.
Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto, mengatakan akses keuangan perlu dibarengi berbagai intervensi pendukung agar mampu meningkatkan ketahanan finansial masyarakat akar rumput.
“Mulai dari pendampingan, edukasi, teknologi yang mudah digunakan, akses pasar, hingga kebijakan yang mendukung. Hal inilah yang mendasari Amartha mengumpulkan para mitra lintas sektor untuk merumuskan berbagai intervensi yang mampu mendorong ketahanan kesehatan keuangan komunitas akar rumput,” ujar Aria dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, kolaborasi multipihak menjadi langkah penting untuk memastikan konsep financial health UMKM dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Direktur Eksekutif KEM, Fito Rahdianto, menilai inisiatif Amartha menjadi langkah strategis dalam membawa perspektif masyarakat akar rumput ke dalam perumusan konsep kesehatan finansial.
Ia menegaskan, pendekatan yang relevan dan aplikatif sangat dibutuhkan agar solusi yang dihasilkan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.
Sementara itu, Analis Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Siti Humaira, menyebut financial health menawarkan perspektif yang lebih komprehensif dalam melihat kondisi keuangan masyarakat.
“Karena konsep ini masih relatif baru, penting untuk menyamakan pemahaman mengenai definisi serta bentuk implementasinya,” katanya.
Sebagai tindak lanjut dari pembahasan tersebut, The 2026 Asia Grassroots Forum akan digelar pada 3–4 Juni 2026 di Shangri-La Jakarta.
Forum bertema “Enabling Growth, Elevating Financial Health” itu akan menghadirkan lebih dari 500 delegasi lintas sektor, mulai dari pembuat kebijakan, investor, akademisi, perusahaan teknologi, hingga komunitas akar rumput dari berbagai negara.
Melalui forum ini, Amartha berharap lahir berbagai solusi konkret untuk memperkuat ketahanan finansial masyarakat sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

