iniSO.co – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam memperkuat sektor pertanian terus ditunjukkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga Maret 2026, BRI Region 13 Malang telah menyalurkan KUR sebesar Rp1,6 triliun yang mayoritas terserap oleh sektor pertanian.
Salah satu wilayah yang merasakan manfaat program tersebut adalah Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Desa ini berkembang menjadi sentra pertanian modern berbasis hortikultura dan agrowisata dengan mengandalkan budidaya melon premium serta sayuran hidroponik.
Masyarakat Desa Genengan bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengembangkan melon premium varietas Golden Inthanon dan Golden Alisha menggunakan teknologi pertanian modern melalui sistem greenhouse dan open field. Selain menghasilkan buah berkualitas tinggi, kawasan tersebut juga menjadi destinasi agrowisata yang menarik minat pengunjung untuk memetik buah langsung dari kebun.
Tak hanya itu, warga juga membudidayakan berbagai jenis selada, seperti selada hijau, selada merah keriting, dan selada romaine melalui sistem hidroponik berbasis pekarangan yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi penggunaan lahan.
Melihat potensi tersebut, BRI Region 13 Malang melalui Unit Pakisaji Branch Office Malang Martadinata memberikan dukungan berupa layanan perbankan dan akses pembiayaan KUR bagi petani serta pelaku UMKM pertanian.
Regional Micro Business Head BRI Region 13 Malang, Tito Witarnawan, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama penyaluran pembiayaan BRI karena memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“BRI berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku usaha di sektor pertanian agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Kami tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan agar usaha yang dijalankan semakin produktif dan memiliki daya saing yang lebih baik,” kata Tito Witarnawan.
Menurutnya, perkembangan pertanian modern di Desa Genengan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga keuangan dalam menciptakan nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Genengan, Zaenal Arifin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BRI kepada petani dan pelaku UMKM di wilayahnya.
“Dengan adanya akses permodalan yang mudah dan pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha pertanian modern yang memiliki nilai tambah tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat KUR BRI, Windarining Astutik, mengaku pembiayaan sebesar Rp100 juta yang diterimanya digunakan untuk mengembangkan usaha budidaya selada hidroponik.
“Proses pengajuan KUR di BRI sangat mudah dan pendampingannya sangat baik. Saya tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga arahan sehingga usaha yang saya jalankan bisa terus berkembang,” tuturnya.
BRI mencatat, hingga Maret 2026 penyaluran KUR di wilayah kerja Region 13 Malang didominasi sektor pertanian dengan nilai mencapai Rp1,6 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya dukungan BRI terhadap pengembangan sektor produktif yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Melalui pembiayaan, layanan perbankan, dan pendampingan yang berkelanjutan, BRI optimistis dapat terus menjadi mitra strategis bagi pelaku UMKM pertanian dalam meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

