iniSO.co – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Produk Bakery bagi 180 warga dari kelompok masyarakat desil 1–4. Program ini ditujukan untuk mencetak wirausaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelatihan berlangsung pada 14–17 Juli 2026 di Pendopo Kecamatan Tuban dan diikuti peserta secara bertahap dalam dua gelombang. Masing-masing gelombang diikuti 90 peserta dari Kecamatan Tuban dan Kecamatan Semanding.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Anggota DPRD Kabupaten Tuban Tulus Setyo Utomo bersama Kepala Diskopumdag Kabupaten Tuban Gunadi, Kepala Bidang UMKM Diskopumdag Nindya Mawardhani, narasumber, serta para peserta pelatihan.
Kepala Diskopumdag Kabupaten Tuban Gunadi mengatakan, pelatihan bakery merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Tuban untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya perempuan yang menjadi kepala keluarga sekaligus penopang ekonomi rumah tangga.
Menurutnya, sektor UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian daerah, termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19. Karena itu, pemerintah terus memberikan pendampingan agar UMKM mampu berkembang dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar.
“UMKM membutuhkan sentuhan dan perhatian khusus dari pemerintah agar mampu berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat,” kata Gunadi, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, produk bakery dipilih karena memiliki prospek pasar yang terus berkembang. Permintaan terhadap roti dan berbagai produk bakery dinilai stabil, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun instansi pemerintah, sekolah, hingga perkantoran.
Selain praktik pembuatan roti, peserta juga memperoleh materi mengenai manajemen usaha, strategi pemasaran, teknik pengemasan produk, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar.
Gunadi menegaskan Pemkab Tuban akan terus memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai program pendampingan, mulai dari fasilitasi perizinan usaha, sertifikasi halal, peningkatan kualitas kemasan, akses pembiayaan, hingga perluasan jaringan pemasaran.
“Ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Diskopumdag Kabupaten Tuban Nindya Mawardhani menjelaskan, seluruh peserta berasal dari kelompok masyarakat desil 1–4 yang diprioritaskan untuk memperoleh peningkatan keterampilan kewirausahaan.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dalam memproduksi bakery, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan, menciptakan nilai tambah produk, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia pelaku UMKM.
“Dengan bekal keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, kami berharap peserta mampu membuka usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Nindya.
Ia optimistis semakin banyak wirausaha baru yang lahir dari program tersebut akan memperkuat ekosistem UMKM Kabupaten Tuban sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

