iniSO.co – KKN Tematik Kolaboratif Kelompok 5 Universitas Bojonegoro menggelar pelatihan pengolahan limbah mebel menjadi media budidaya jamur tiram di Desa Soko, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Senin (21/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan limbah serbuk kayu dan botol plastik bekas.
Pelatihan diikuti Kepala Desa Soko beserta perangkat desa, Karang Taruna, pelaku UMKM mebel, serta masyarakat setempat. Program ini menjadi salah satu upaya mendorong pengelolaan limbah yang lebih produktif sekaligus menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai dampak limbah industri mebel terhadap lingkungan, mulai dari meningkatnya risiko kebakaran, pencemaran udara, pencemaran tanah dan air, hingga penumpukan limbah di kawasan produksi.
Tim KKN Universitas Bojonegoro kemudian memperkenalkan pemanfaatan serbuk kayu sebagai media tanam jamur tiram yang dipadukan dengan botol plastik bekas sebagai wadah budidaya. Inovasi tersebut diharapkan mampu mengubah limbah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan media budidaya jamur tiram, mulai dari proses perendaman serbuk kayu, penyusunan media tanam bersama bibit jamur ke dalam botol plastik, penutupan media, hingga teknik penyimpanan dan perawatan agar miselium tumbuh optimal.
Tidak hanya fokus pada proses budidaya, pelatihan juga membekali peserta dengan strategi pemasaran hasil panen jamur tiram melalui jalur konvensional maupun digital. Selain itu, peserta dikenalkan berbagai peluang diversifikasi produk olahan, seperti jamur crispy, pepes jamur, nugget jamur, abon jamur, hingga tumis jamur sebagai produk bernilai tambah.
Pelatihan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM mebel dan masyarakat Desa Soko memanfaatkan limbah serbuk kayu serta botol plastik bekas menjadi media budidaya jamur tiram yang produktif.
Melalui program tersebut, KKN Universitas Bojonegoro berharap lahir peluang usaha baru yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan Desa Soko yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

