iniSO.co – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur mematangkan persiapan Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 yang akan digelar di Kota Madiun pada 25–27 September 2026.
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Hotel Pondok Asri, Tawangmangu, Sabtu (5/9/2026).
Rapat diikuti Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Jatim Gartaman, Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Jatim Edi Susilo, seluruh Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, perwakilan Bank Jatim, serta jajaran ketua tim dan staf Kanwil Kemenhaj Jatim.
Dalam rapat tersebut, Gartaman mengajak seluruh jajaran Kemenhaj kabupaten dan kota di Jawa Timur memberikan dukungan terhadap pelaksanaan expo.
Menurutnya, Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan, tetapi juga memiliki nilai strategis untuk memperkuat ekosistem haji dan umrah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Expo ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah daerah, perbankan, pelaku UMKM, serta masyarakat,” ujar Gartaman.
Ia mengatakan dukungan seluruh Kantor Kemenhaj se-Jawa Timur diperlukan agar pelaksanaan expo dapat berjalan optimal.
Dukungan tersebut mencakup koordinasi, publikasi, penguatan jejaring, serta partisipasi dalam berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, perwakilan Bank Jatim turut memaparkan konsep, rangkaian kegiatan, serta sejumlah kebutuhan teknis pelaksanaan Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026.
Kolaborasi dengan sektor perbankan diharapkan dapat mendukung pengembangan UMKM sekaligus memperkuat keterhubungan berbagai sektor yang berada dalam ekosistem haji dan umrah di Jawa Timur.
Sinergi tersebut dinilai penting karena pengembangan ekosistem haji dan umrah tidak hanya berkaitan dengan aspek pelayanan ibadah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, memaparkan kondisi lingkungan di wilayah Kota Madiun serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan selama pelaksanaan expo.
Menurut Datik, sejumlah aspek harus menjadi perhatian bersama agar kegiatan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir.
Persiapan tersebut meliputi kondisi lapangan, lokasi kegiatan, peserta, pelayanan, mobilitas, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
Koordinasi lintas jajaran tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 dipersiapkan secara matang.
Dengan dukungan Kemenhaj kabupaten/kota, pemerintah daerah, perbankan, pelaku UMKM, dan masyarakat, expo yang digelar di Kota Madiun pada 25–27 September 2026 diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus memperkuat jejaring ekonomi dalam ekosistem haji dan umrah di Jawa Timur.

