iniSO.co – Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, mendorong penguatan kemandirian ekonomi perempuan melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta koperasi berbasis digital.
Hal tersebut disampaikan Lathifah yang juga Ketua Harakah Majelis Taklim (HMT) Jawa Timur saat membuka sekaligus menjadi narasumber dalam Semiloka Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Usaha Mikro, Kecil dan Koperasi Berbasis Digital di Aula MA Al-Hidayah, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (20/9/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen HMT Jawa Timur dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian perempuan melalui penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Dalam pemaparannya, Lathifah menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas di bidang keagamaan. Menurutnya, aspek kemandirian ekonomi juga perlu mendapat perhatian agar perempuan memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas di bidang keagamaan, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Lathifah mengatakan, perkembangan teknologi digital saat ini memberikan peluang yang semakin luas bagi perempuan untuk mengembangkan usaha. Pemanfaatan platform digital dapat digunakan untuk memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan daya saing UMKM dan koperasi.
Karena itu, perempuan dinilai perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung aktivitas ekonomi produktif.
Selain membahas pengembangan UMKM dan koperasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi HMT Jawa Timur untuk memperkuat perannya dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
Lathifah menyampaikan, meskipun HMT Jawa Timur baru didirikan pada akhir 2019, organisasi tersebut terus berupaya menjalankan peran dalam memberikan ilmu keagamaan sekaligus menjadi wadah pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
“HMT ini memang baru didirikan pada akhir 2019, tetapi kami (HMT) akan terus senantiasa memberikan ilmu keagamaan kepada masyarakat karena fungsi kita adalah melayani masyarakat, sehingga apa yang kita lakukan harus kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” terang Lathifah.
Menurutnya, pelaksanaan semiloka menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran HMT dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Penguatan kapasitas perempuan di bidang ekonomi diharapkan dapat mendorong lahirnya kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi digital, lanjut Lathifah, dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam proses tersebut. Perempuan dapat memanfaatkan teknologi untuk mengenalkan produk, memperluas jangkauan pasar, serta membangun daya saing usaha.
Dalam kesempatan itu, Lathifah juga menyampaikan apresiasi kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Karangploso yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap Pondok Pesantren Al-Hidayah dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya karena telah bersedia menyediakan tempat. Mudah-mudahan pondok ini semakin berkembang, karena ini merupakan bagian dari warisan perjuangan Rasulullah,” ungkapnya.
Semiloka tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara HMT Jawa Timur, pemerintah daerah, pondok pesantren dan masyarakat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan.
Para peserta mendapatkan wawasan mengenai pengembangan UMKM dan koperasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pengembangan usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Kegiatan diisi dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif mengenai pemberdayaan perempuan melalui penguatan UMKM dan koperasi berbasis digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh Ponpes Al-Hidayah Karangploso, Pembina HMT Jawa Timur beserta jajaran, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Malang, serta anggota HMT Jawa Timur.

