SURABAYAONLINE.CO, GRESIK -Sosok pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim – dr. Asluchul Alif telah menjadi perhatian tersendiri di kalangan masyarakat.
Terbukti selama dua hari berturut turut mengikuti sambung rasa di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng, kehadiran paslon nomor urut 1 ini ternyata menyisakan kesan yang positif, merakyat dan mudah akrab.
Di Desa Doho Agung, Kecamatan Balongpanggang misalnya. seorang warga bernama Nenek Genah mengaku, cukup mengenal Pak Qosim. Bukan karena seringnya bertemu, tapi lebih dikarenakan kebiasan Wakil Bupati (Wabup) Gresik dua periode tersebut gemar bersholawat.
Sontak dirinya pun mengaku sangat senang setelah mendengar kabar rencana kehadiran Pak Qosim di desanya dalam acara sambung rasa, Selasa (6/10) kemarin.
Kendati usianya sudah menginjak 70 tahun, tapi nenek Genah justru bersemangat hadir sehingga bisa bertemu langsung dengan sosok cabup yang pernah dinobatkan sebagai guru teladan tersebut.
“Pak Qosim monggo pinarak (Pak Qosim silahkan duduk),” ucap sang nenek ketika menyambut kedatangan cabup nomor urut 1. Dengan spontan pak Qosim pun langsung mencium tangan nenek Genah.
Diakui, Pak Qosim memang sering datang ke desanya dalam beberapa acara. “Pak Qosim tiyang sae, seneng serawung kale warga (Pak Qosim orang baik, senang berkumpul dengan rakyat),” ceritanya, Kamis (8/10).
“Opo mane Pak Qosim kuat agomone, sholawatane mantep (apalagi Pak Qosim kuat agamanya dan sholawatannya juga mantap). Setiap Pak Qosim bersholawat saya bisa menebaknya, itu pasti (suaranya) Pak Qosim,” tambah warga lainya.
Tokoh masyarakat Desa Pundut Trate, Benjeng, H. Abdul Rohim mengaku kenal Pak Qosim sejak menjabat kepala sekolah.
“Ketika itu saya sebagai wali murid dan sempat mendengarkan pidatonya. Nah, sejak waktu itulah saya menilai orang ini (Pak Qosim) bagus sekali,” urainya.
Ternyata keyakinan itu terbukti ketika Pak Qosim menjabat sebagai Wakil Bupati Gresik, mendampingi Sambari Halim Radianto menjadi Bupati selama 10 tahun.
*Saya salut dengan Pak Qosim. Selain agamanya kuat, orangnya juga amanah serta mempunyai kemampuan di bidang pemerintahan,” tuturnya.
Yang lebih membanggakannya lagi, sosok Pak Qosim sangat merakyat. Meski sekarang duduk di tampuk kekuasaan menjadi orang nomor dua di lingkungan Pemkab Gresik, tapi mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) ini tidak merasa malu untuk dekat dengan masyarakat di bawah.
“Saya ini kan orang biasa. Tidak punya jabatan apa-apa, hanya sebagai petani biasa. Tapi beliau (Pak Qosim) pernah saya undang acara, ternyata beliau berkenan datang. Bahkan tidak hanya saya, diundang warga biasa yang lainnya juga mau hadir. Itu, yang membuat saya semakin mantap dan tidak bisa pindah pilihan kepada (calon) lainnya,” papar H. Abdul Rohim.
Umi Azzah, perempuan asal Desa Doho Agung pun memiliki kemantapan yang sama kepada Pak Qosim. Menurutnya, suami dari Zumrotus Sholihah Qosim tersebut sangat memegang amanah dalam menjalankan tugas sebagai pelayan umat di Kabupaten Gresik. “Pak Qosim orangnya amanah, semoga beliau bisa memajukan petani di Gresik,” tambahnya.
Menyikapi respon masyarakat tersebut, Cabup Qosim mengucapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan terhadap dirinya secara pribadi.
“Saya ini hanya sebagai pelayan warga Gresik, jadi yang saya lakukan itu untuk melayani masyarakat,” imbuh Pak Qosim melalui rilis yang diterima SurabayaOnline. (san)

