SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Pasangan Qosim-Alif bakal menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan, setelah pendidikan dan kesehatan, meski Gresik dikenal sebagai kota industri.
Menurut Dokter Alif untuk mensejahterakan masyarakat, pihaknya siapkan sejumlah program di antaranya Kartu Petani Bangkit dan Smart City Desa.
“Di satu dashboard Gresik Smart City, baik itu nanti desa yang mendapatkan bantuan dan tidak, orang- orang itu termonitor merata,” kata Calon Wakil Bupati Gresik, dr Asluchul Alif Maslikan saat di Dusun Kulon Desa Kesamben Kulon Kecamatan Wringinanom, Minggu (25/10).
Melalui rilis yang diterima SurabayaOnline, Dokter Alif menjelaskan, nantinya petani akan mendapat kartu Petani Bangkit yang di dalamnya terdapat sistem penyaluran bantuan bibit padi, jagung, kedelai, pupuk serta traktor dan Alsintan (Alat-alat mesin pertanian).
Dengan program Petani Bangkit ini, pihaknya akan membuat kebijakan perluasan lahan pertanian sehingga produksi beras di Gresik bisa ditingkatkan.
Diungkapkan, produksi padi di Kabupaten Gresik sekarang mencapai 420 ribu ton. Bila diasumsikan rendemen 60 persen, total produksi beras mencapai 252 ribu ton.
Lahan pertanian luasnya 67.900 hektar, naik dibanding tahun sebelumnya 67.197 hektar. Sektor perkebunan maupun hortikultura seperti jagung, kacang tanah dan kedelai juga mengalami tren positif.
“Kami akan mengajak milenial menggarap sektor pertanian dengan teknologi berbasis sistem. Jika dulu membajak sawah pakai sapi, memanen secara manual, kami tawarkan melalui konsep smart city, pertanian bisa dikerjakan secara modern,” jelas Dokter Alif.
Gerakan milenial menggarap sektor pertanian bisa dikombinasikan pengembangan pariwisata. Saat ini sedang tren kafe di tengah sawah, sangat instagramble dan mendatangkan nilai ekonomis cukup bagus.
“Melalui kemasan milenial, proses penggarapan sawah dijadikan obyek wisata. Dibangunlah infrastruktur yang unik, warung atau kafe, sehingga pengunjung bisa menyaksikan secara langsung. Pemasarannya menggunakan marketplace, serta melalui platform digital lainnya,” pungkas Dokter Alif. (san)

