SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Sebanyak tiga orang menteri menghadiri acara panen raya padi di Desa Tambakrejo Kecamatan Duduksampeyan, Jumat (12/3).
Ketiga menteri tersebut adalah Menteri Pertanian H Syahrul Yasin Limpo, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Hadir pula Gubernur Jatim Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah dan jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik.
Wakil Bupati Aminatun Habibah yang akrab dipanggil Bu Min, menjelaskan kondisi pertanian di Kabupaten Gresik yang mencapai 37.941,4 hektar berupa sawah dan 23.763,2 hektar tegalan.
“Hasil rata-rata di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan 6,6 ton per hektar untuk gabah kering per panen,” kata Wabup Bu Min.
Bu Min juga menyampaikan beberapa uneg-uneg petani, diantaranya pupuk di Kabupaten Gresik belum mencukupi, karena hanya mencover 37 persen dari kebutuhan.
Selain itu Bu Min juga mengabarkan, kalau Gresik memiliki produksi jeruk nipis dengan potensi 600 ton per tahun dimana saat ini sudah disertifikasi sebagai varietas unggulan lokal daerah.
“Saat ini harga jeruk nipis sangat murah, cuma Rp 600 per kilogram. Mohon bantuan solusi dari Pak Menteri untuk hal ini,” pinta Bu Min.
Menteri Pertanian mengakui, acara ini spesial karena untuk pertama kalinya Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan Menteri BUMN hadir dalam satu forum.
H. Syahrul Yasin Limpo, menegaskan pertanian harus dimulai dari hulu, setelah itu ke paska panennya.
Berikutnya proses kemasan, mengolahnya, sesudah itu market placenya.
“Makin sedikit kerugian atau kehilangan makin bagus, oleh karena itu cara cara terampil dan mekanisasi menjadi pilihan kita untuk hari ini dan esok,” kata Yasin Limpo. (san)

