SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Sekertars Daerah (Sekda) Edy Rasyadi saat fasilitasi tinjauan lapangan implementasi Smart City (Field Evaluation) secara virtual di ruang rapat Graha Arya Wiraraja Kantor Bupati Sumenep, mengajak semua lemabaga ekskutif di lingkungan Pemda setempat bersinergi wujudkan Smart City
Dalam kesempatan tersebut, Edy juga mengingatkan jajaram birokrasi bahwa smart city ini bukan hanya program satu Organisasi Prangkat Daerah (OPD) tertentu, melaikan program semua lembaga. Selai itu kata dia, didalam mewujudkan smart city dibutuhkan peran penting masyarakat melalui bentuk pengawasan dan solusi cerdas melalui komunikasi antara OPD dengan masyarakat sesuai buku masterplan smart city kabupaten sumenep 2019-2028.
Menurur dia, ada 6 indikator yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten untuk menuju smart city yaitu, smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding
“Untuk mewujudkan smart city di kabupaten sumenep, tentu membutuhkan dukungan dari segenap elemen, baik itu pemerintah, DPRD, dunia usaha dan masyarakat di Kabupaten Sumenep ” Katanya saat kegiatan tinjauan lapangan implementasi Smart City (Field Evaluation) Secara Daring. Rabu 02/06/2021
Pada prinsipnya, konsep smart city atau kota pintar untuk mendorong integrasi informasi didalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga dapat memberikan informasi utuh kepada masyarakat untuk mendorong pemberdayaan masyarajat sebagai modal sosial dengan dukungan infrastruktur telekomunikasi modern untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi, dengan manajemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat
Smart city juga menjadi alat ukur sebuah kota berkinerja baik dengan orientasi ke depan dalam urusan peningkatan ekonomi, pemberdayaan penduduk, penyelenggaraan pemerintahan, mobilitas masyarakat, dan pengelilaan lingkungan hidup
Selain itu dalam konsep smart city sebuah kota dapat mengontrol dan mengkoniktifitaskan semua infrastruktur dengan integrasi segal bentuk infrastruktur mulai dari, infrastuktur fisik, infrastruktur IT, infrastruktur sosial, dan infrastruktur bisnis untuk meningkatkan kecerdasan kota
Untuk itu Edy berharap, dengan adanya konsep Kota Cerdas smart city kedepannya terdapat sinkronisasi proses perencanaan yang tepat dalam melahirkan suatu kebijakan yang efisien dan efektif sesuai prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya menyampaikan bahwa dalam upaya menuju ke arah kota cerdas (smart city) pemerintah Kabupaten Sumenep telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya kegiatan bimbingan teknis manajemen resiko terhadap 6 dimensi smart city.
Ia juga mengungkapkan, Implementasi program dan kegiatan yang menuju ke arah pembangunan kota cerdas (smart city) di Kabupaten Sumenep sudah berjalan sejak awal dimulai pada tahun 2019. Itu terlihat daru realisasi program kegiatan melakui enam pilarnya, pada tahun 2019. Dari 30 kegiatan terealisasi 23 kegiatan dengan rata-data target terpenuhi 77 persen.
“Sedangkan pada tahun 2020 dari 38 kegiatan terealisasi 32 kegiatan dengan rata-data target terpenuhi 84 persen” imbuhnya.
Untuk diketagui acara tersebut diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah, perwakilan kecamatan, serta perwakilan kelurahan dan desa tersebut menghadirkan narasumber Farid Subkhan, Ketua Tim Assesor Smart City Jawa Timur secara daring. Thofu

