SURON.CO, Surabaya – Peningkatan daya saing UMKM mendapat perhatian dari Pemprov Jawa Timur. Salah satu upayanya adalah dengan comunal brand atau brand bersama untuk mewadahi beberapa produk agar bisa go global bersama.
“Ini merupakan peningkatan daya saing UMKM dan akselerasi agar bisa naik kelas. Dukungannya berupa program bantuan teknis, pendampingan, serta pembiayaan” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elastianto Dardak di Global Economy Upadate 2023, Rabu (23/2).
Menurut Emil, Pemprov Jatim juga memiliki program Ekonomi Kreatif, menyediakan platform digital UMKM, Jatim IT Creatif, dan Milenial Job Center. Semuanya bisa dimanfaatkan UMKM agar bisa naik kelas.
“Semuanya itu untuk mendorong UMKM di Jatim tetap bergerak dari sektor domestik atau dasar. Sementara untuk sektor industri, kami juga mendorong peningkatan jumlah investasi di Jatim,” ungkap Emil.
Perkembangan nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh UMKM Jatim mengalami fluktuasi sebagai dampak Covid-19. Secara keseluruhan kontribusi nilai tambah koperasi dan UMKM tahun 2021 terhadap PDRB Jatim sebesar 57,81 persen. Jumlah ini meningkat sebesar 0,56 persen dibandingkan tahun 2020.
Di 2020, pertumbuhan ekonomi Jatim terkontraksi di angka minus 2,33 persen. Kemudian mampu tumbuh sebesar 5,34 persen pada tahun 2022 dan di atas pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,21 persen.(*)

