SURON.CO, Surabaya – Untuk memudahkan penyaluran kredit kepada sektor UMKM di desa-desa, Bank UMKM Jawa Timur dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Se Jawa Timur bersinergi. Mereka akan meningkatkan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes-BUMDesma).
Direktur Utama Bank UMKM Jatim Yudhi Wahyu M menuturkan, bentuk sinergi yang dilakukan pihaknya dengan memberikan layanan produk perbankan. Sedangkan DPMD akan memberikan dukungan data BUMDes-BUMDesma binaan kepada Bank UMKM.
Mereka melakukan penandatanganan MoU antara DPMD kabupaten-kota di Jatim dengan Bank UMKM Jatim tentang sinergi program pemberdayaan masyarakat dan desa. “Tujuannya jelas, dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat desa,” kata Yudhi.
Yudhi mengatakan, Bank UMKM Jatim tidak mungkin bisa meninggalkan desa karena banyak UMKM yang ada di sana. Karena potensinya yang besar inilah Bank UMKM Jatim tidak ingin hanya jadi penonton.
Dia menegaskan, selama ini Bank UMKM tidak hanya memberikan bantuan soal pendanaan saja kepada UMKM. Tapi juga mencarikan market, mencarikan link keluar, termasuk ke luar pulau dan luar provinsi. “Dalam acara misi dagang, kita berikan fasilitasi agar bisa keluar provinsi. Bahkan keluar negeri,” kata Yudhi.
Sementara itu, Kepala DPMD Jatim Budi Sarwoto mengatakan, pihaknya memiliki tiga tugas dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Pertama, dengan melakukan program Jatim Puspa (Pengembangan Usaha Perempuan). Yakni dengan memberikan bantuan sebesar Rp 2,5 juta untuk wanita di Jatim agar bisa mendirikan usaha.
Kedua, Desa Berdaya, dengan memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta kepada desa, untuk menggali potensi desa yang ada. Program ketiga adalah kegiatan pemberdayaan BUMDes-BUMDesma.(*)

