SURON-CO, Surabaya – Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf berupaya meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya melalui digitalisasi UMKM. Digitalisasi tersebut bertujuan memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing UMKM binaan Kodam V Brawijaya melalui tiga pilar.
“Tiga Pilar Program Pengembangan UMKM Kodam V Brawijaya, yaitu meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi biaya, serta perluasan pasar,” kata Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf.
Kodam V Brawijaya telah meluncurkan pelatihan onboarding sejak tahun lalu. Pencanangan digitalisasi UMKM binaan Kodam V Brawijaya berupa perluasan jaringan pemasaran melalui platform e-commerece. Program ini bertujuan agar para pelaku UMKM dapat berjualan secara online melalui marketplace yang ada.
Kegiatan pencanangan dan pelatihan digitalisasi telah diikuti oleh 317 pelaku UMKM. Terdiri dari 171 pelaku UMKM Persit KCK PD V Brawijaya, 40 pelaku UMKM Babinsa di wilayah Surabaya Raya, 76 pelaku UMKM binaan Kodam V Brawijaya, dan 30 pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.
Pelaku UMKM menerima pelatihan onboarding dari beberapa e-commerce antara lain Tokopedia, Shopee, Blibli.com, Grab, dan Gojek tentang bagaimana memaksimalkan bisnis. Serta memperluas jaringan pemasaran di bidang online melalui lapak-lapak digital dengan prosedur dan tata urut unggahan produk UMKM secara baik dan benar.
Sementara itu, dari Bank Jatim juga menawarkan bantuan modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pendaftaran Nomor Induk Usaha (NIB) oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Kegiatan pelatihan digitalisasi terus dilanjutkan ke beberapa daerah seluruh wilayah Kodam V Brawijaya.
Upaya yang dilakukan kini mulai membuahkan hasil. Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf memberikan salah satu contoh.
“Pelaku UMKM binaan Kodam V Brawijaya yang telah menerapkan digitalisasi dalam bidang usahanya dan mampu meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya adalah pelaku UMKM pengolahan sorgum milik Ibu Nurida Asmawati, istri Sertu Musnan anggota Kodim 0812 Lamongan,” pamer Mayjen Farid Makruf.
Ida, lanjut Mayjen Farid Makruf, mulai memproduksi beras sorgum, tepung sorgum, madu mongso sorgum pada tahun 2018. Tahun 2019, ia mulai menambah variasi produk rengginang. Pada 2020 Ida memperkaya variasi produk mie kering dan mie instan. Bahkan pada tahun 2021 ia menambah variasi kecap sorgum dan roti tawar sorgum.
Tidak hanya Ida. Namun juga ada banyak pelaku UMKM lainnya yang cukup sukses seperti Sersan Satu (Sertu) Heri Purnomo anggota Koramil 0818/23 Jabung. Babinsa tersebut seolah menjadi magnet dan pionir bagi masyarakat Desa Taji untuk bersemangat kembali menanam kopi.
Heri berhasil mengolah kopi dengan merek kopi Babinsa lereng Bromo, Java Coffee yang berkualitas dunia. Ada lagi pelaku UMKM Siswanto yang telah berhasil menciptakan formula pupuk hayati cair dengan mengombinasikan beberapa jenis mikroba dalam satu formula. Pupuk ini untuk menghadapi tantangan masa depan lahan pertanian yang semakin rusak dengan pupuk hayati cair merek New Bacter.
Pangdam mengatakan, bahwa para pelaku UMKM ini tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarga tetapi juga kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Ke depan, Mayjen Farid Makruf ingin sinergi kebijakan untuk mengangkat UMKM sebagai salah satu sumber pemulihan perekonomian di era digital akan terus diperkuat.
Upaya mendorong digitalisasi ekonomi akan ditopang oleh keberhasilan dalam mendongkrak ekonomi keluarga prajurit. Adaptasi dan tranformasi digitalisasi pelaku UMKM di wilayah Kodam V Brawijaya telah melahirkan para pelaku UMKM yang memiliki produk-produk unggulan yang unik dan berdaya saing.
Pangdam Brawijaya berharap digitalisasi UMKM akan berdampak terhadap meningkatnya kesejahteraan rakyat dan khususnya juga kesejahteraan prajurit dan keluarganya.(*)

