SURON.CO, Surabaya – UMKM memang sangat penting dalam perekonomian nasonal. Mereka menjadi tulang punggung perekonomian di saat sektor lainnya terpuruk. Pandemi Covid-19 menunjukkan ketangguhan UMKM menghadapi guncangan.
Beberapa kali pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyinggung keberadaan UMKM dengan pernyataan-pernyataan Jack Ma. Salah satunya agar UMKM melek digital.
Dalam beberapa kesempatan, Khofifah memaparkan tentang UMKM di masa mendatang. Tak lupa juga menyenggol kisah Jack Ma, co founder Ali Baba. Perusahaan ini usaha retail terbesar di dunia tapi tidak memiliki gudang dan alat transportasi. Apa yang disampaikan Jack Ma banyak mewarnai pergerakan UMKM dunia.
Yang terbaru, Gubernur Khofifah mengungkapkan pernyataan Jack Ma denga keberadaan UMKM saat ini. Hal itu diungkapkapkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional Jawa Timur 2023, Sabtu, (11/3) malam, di Kediri.
Menuru Khofifah, Jack Ma pernah menyebut UMKM akan mendominasi 99 persen ekonomi dunia dengan 85 persen UMKM dunia adalah e-commerce. “Sehingga manfaatnya secara aplikatif bisa dirasakan terutama untuk pelaku usaha ultra mikro, mikro dan menengah,” ujar Khofifah di malam puncak peringatan HPN JawaTimur 2023.
Jack Ma mencontohkan UMKM di Cina yang berkembang karena memanfaatkan teknologi digital. Tukang bunga atau warung kaki lima tidak mau lagi menerima pembayaran tunai. Semua transaksi digital, juga turisnya ketika berada di luar negerinya.
Sayangnya tidak semua UMKM Indonesa didukung teknologi digital karena tidak meratanya layanan digital. Ini akibat minimnya kemampuan operator telekomunikasi membangun.
Padahal operator telko berperan vital menyediakan jaringan internet cepat, yang mempercepat dan meningkatkan laju pertumbuhan UMKM dan berdampak langsung terhadap kenaikan perekonomian sekitar dan nasional.
Gubernur perempuan pertama di Jatim juga mengatakan pentingnya transformasi digital bagi pelaku UMKM, lantaran merupakan basis perekonomian Jatim. UKM-IKM memberikan kontribusi terhadap PDRB Jatim sebesar 56,94 persen.
Menurutnya ada kolaborasi plalform atau aplikasi untuk mendukung UMKM menembus e commerce. Untuk mendukung hal itu, Pemprov Jatim juga sering melakukan virtual meeting dengan sejumlah relasi ekonomi bisnis dan diplomat dari sejumlah negara.
Oleh karena itu tidak dapat dimungkiri, transformasi digital membuat UMKM menjadi lebih berdaya saing. Misalnya ketika pelaku UMKM menjalin kemitraan dengan layanan pengiriman online, kolaborasi dengan platform e-commerce dalam menjalankan promo, program bundling, dan strategi lainnya guna membuat produk berputar terus.(*)

