SURON.CO, Surabaya – UMKM mendapat perhatian dari perbankan. Salah satunya dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim).
Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah Bank Jatim Arief Wicaksono menyatakan bahwa UMKM merupakan satu di antara tiga pilar dari perseroan. Dua pilar lainnya adalah sektor pemerintah daerah dan masyarakat umum. Namun, UMKM memang menjadi fokus untuk dibesarkan.
“Ini sejalan dengan visi kami untuk membesarkan sektor produktif. Saat ini 60 persen kredit kami masuk konsumsi,” ujarnya.
Selama 2022, emiten berkode BJTM itu sudah menyalurkan pembiayaan Rp 10 triliun bagi UMKM. Sebanyak Rp 2,3 triliun di antaranya merupakan kredit usaha rakyat (KUR).
Kredit untuk sektor UMKM itu menyerap 22 persen dari total pembiayaan yang disalurkan tahun lalu yang mencapai Rp 47 triliun. Tahun ini Bank Jatim menargetkan kontribusi kredit UMKM bisa mencapai 30 persen dari total portofolio. “Salah satu yang digenjot adalah penyaluran KUR yang kami proyeksikan Rp 4 triliun,” ungkapnya.
Selain kredit, BUMN Pemprov Jatim itu berupaya mengedukasi pelaku UMKM untuk bertransaksi digital. Tujuannya, terbentuk cashless society terhadap perkembangan UMKM di Jawa Timur.
Sepanjang 2022, jumlah pengguna JConnect Mobile tumbuh pesat. Sampai akhir tahun lalu, tercatat ada lebih dari 508 ribu pengguna. Kemudian, JConnect QRIS juga telah diikuti lebih dari 62 ribu merchant. (*)

