SURON.CO,Sidoarjo – Sebanyak 75 pelaku UMKM yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sidoarjo menggelar kegiatan studi banding ke Madiun.
Koordinator UMKM HKTI Sidoarjo, Endang Prasetiyowati mengatakan, kegiatan yang digelar pada Rabu (17/5) tersebut bertujuan untuk mempelajari dan mengenal produk-produk UMKM dari Madiun. Harapannya dapat berkolaborasi dalam mengembangkan jenis-jenis produk unggulan Sidoarjo dan Madiun.
Selain itu, imbuh Endang, kegiatan ini merupakan kesempatan bagi para pelaku UMKM Sidoarjo untuk belajar tentang cara kerja para UMKM di Madiun. Dengan demikian, mereka dapat membandingkan produk-produk yang ada di Sidoarjo dengan Madiun untuk melihat kelebihan dan kekurangannya.
“Kegiatan studi banding ini diharapkan dapat memberikan semangat belajar kepada para pelaku UMKM Sidoarjo, sehingga mereka dapat memajukan usaha mereka dan menjadi pelaku usaha yang sukses,” terang Endang Prasetiyowati.
Dalam studi banding tersebut, peserta telah dijadwalkan mengunjungi berbagai UMKM di Madiun yang dikenal memiliki produk-produk unggulan. Seperti batik, makanan tradisional, kerajinan tangan, dan produk-produk agro industri lainnya.
“Para peserta juga diajak untuk melihat langsung proses produksi, pengelolaan bisnis, serta strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh UMKM di Madiun,” imbuhnya.
Menurut Endang, dengan saling bertukar pengalaman dan pengetahuan, diharapkan dapat tercipta kolaborasi yang menguntungkan kedua belah pihak dalam mengembangkan bisnis UMKM.
Para peserta studi banding juga sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menyadari pentingnya belajar dari pengalaman UMKM lain untuk terus meningkatkan kualitas produk dan daya saing bisnis mereka.
Acara studi banding UMKM juga menjadi momentum bagi UMKM Sidoarjo untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk. Serta memperluas jaringan kerja sama dengan UMKM lainnya. (*)

