SURON.CO, Jombang – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional atau UPN Veteran Jawa Timur terjun langsung dalam kegiatan pendampingan UMKM kopi dan jamu di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan dan pembinaan kepada para pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk kopi lokal.
Dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) ini, mahasiswa UPN Veteran tergabung dalam tim yang terdiri dari berbagai jurusan. Mereka terjun langsung melihat produksi setempat untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM kopi dan jamu di Desa Pulosari.
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam program ini, Eka Satya Nugraha mengungkapkan pentingnya pendampingan UMKM untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di daerah.
“Kami melihat bahwa kopi lokal dan jamu di Desa Pulosari memiliki potensi besar. Namun masih membutuhkan pembinaan agar dapat bersaing di pasaran yang semakin ketat. Kami berharap melalui pendampingan ini, para pelaku UMKM kopi dapat meningkatkan kualitas produk dan pemasaran mereka,” ujar Eka.
Selama beberapa bulan, mahasiswa UPN Veteran melakukan pendampingan langsung dengan memberikan pelatihan tentang teknik pengolahan kopi dan jamu yang baik, pemilihan bahan baku yang berkualitas, serta strategi pemasaran yang efektif. Mereka juga membantu dalam penyusunan rencana bisnis, pengembangan branding, dan pengenalan teknologi dalam proses produksi kopi.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari para pelaku UMKM kopi di Desa Pulosari. Owner Kopi Pak Tuwo, Eko, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa UPN Veteran yang telah memberikan bantuan dan pembinaan.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program pendampingan ini. Kami mendapatkan pengetahuan baru dan dapat meningkatkan mutu produk. Semoga kerjasama ini berlanjut dan UMKM kopi di Desa Bareng semakin maju,” ucap Eko.
Dalam proses produksinya, Kopi Pak Tuwo sudah menggunakan teknologi yang modern, sehingga kopi yang dihasilkan terjamin kualitasnya. Kopi ini matangnya merata karena sudah menggunakan mesin, berbeda dengan pengolahan secara manual yang matangnya tidak merata.
Selain Kopi Pak Tuwo, ada satu UMKM dengan keunikan berupa gabungan dua jenis produk yang dijalankan oleh pemuda Desa Pulosari, yaitu Wong Djamoe. Minuman gabungan antara yogurt dan jamu ini, membutuhkan waktu yang lama dalam proses produksinya karena ada proses fermentasi yogurt selama 12 jam.
“Selain proses fermentasi, keberhasilan pembuatan minuman ini juga dipengaruhi oleh temperatur suhu. Jadi harus di cek secara berkala. Rasa yang dihasilkan dari minuman ini sangat unik dan memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh,” ujar Farid Kurnia Sandi selaku pemilik Wong Djamoe.(*)

