SURON.CO, Sidoarjo – Harga telur di pasaran mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Dari harga awal Rp 29 ribu per kilogram, kini harga telur telah mencapai angka Rp 31 ribu per kilogram di pasar tradisional. Bahkan, di beberapa penjual sayur keliling, harga telur bahkan mencapai Rp 33 ribu per kilogram.
Kenaikan harga yang terus menerus ini menimbulkan kekhawatiran bagi Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto. Dia menyampaikan keprihatinannya terhadap pengaruh kenaikan harga telur ini terhadap UMKM. “Terutama yang bergerak di bidang bakery, karena telur menjadi bahan baku utama,” katanya.
Bambang menyoroti bahwa UMKM di sektor bakery sangat bergantung pada pasokan telur untuk memproduksi berbagai jenis kue dan roti. Kenaikan harga telur yang signifikan dapat menimbulkan beban yang berat bagi UMKM tersebut. Karena sulit untuk menyesuaikan harga jual produk mereka dengan kenaikan biaya bahan baku.
Dalam menghadapi situasi ini, Bambang mengungkapkan perlunya peran aktif Pemkab Sidoarjo. Menurut dia, pemkab perlu segera bertindak untuk mengatasi kenaikan harga telur yang terus meningkat ini.
Dia menyarankan agar Pemkab Sidoarjo melakukan langkah-langkah konkret. Seperti menjalin kerja sama dengan peternak telur lokal guna meningkatkan pasokan telur dengan harga yang stabil. Dengan begitu, diharapkan langkah-langkah tersebut dapat segera dilakukan bisa menjaga kelangsungan UMKM.
Hal itu penting untuk menjaga perekonomian lokal dan mencegah terjadinya dampak negatif yang lebih luas akibat kenaikan harga telur. ”Kita berharap harga telur dapat kembali stabil sehingga UMKM dapat beroperasi dengan lebih baik dan konsumen dapat memperoleh produk dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya. (*)

