SURON.CO, Surabaya – Pop! Hotel Stasiun Kota meraih penghargaan Surabaya Tourism Awards kategori The Most Impactful Hotel on UMKM. Mereka membawa produk-produk warga sekitar naik kelas.
Pengunjung hotel langsung menuju meja resepsionis untuk memesan kamar. Setelah prosesnya beres, petugas menawarkan produk-produk UMKM Surabaya yang berupa snack dan minuman dalam kemasan. ”Cukup Rp 30 ribu,” katanya dengan ramah.
Pengunjung tersebut ternyata tertarik dengan penawaran itu. Mereka mengambil paket makanan ringan yang tersedia di rak di samping meja resepsionis.
Terdapat lima produk UMKM yang dijual di rak paling kanan. Umumnya berupa olahan keripik dan makaroni. Rupanya produk itu sudah bertengger di sana selama enam bulan terakhir.
”UMKM yang menjual produk di sini sudah memenuhi standar yang kami tetapkan. Mereka telah memperoleh stempel halal dan sertifikat dari BPOM,” kata Manajer Pop! Hotel Stasiun Kota Satriani Melati Damanik.
Kemasan produk UMKM-nya pun dibikin sangat menarik dan penuh warna. Produk-produk itu merupakan binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota (Dinkop UMK) Surabaya. Yang tidak mengambil paket bisa membeli satu produk itu dengan harga Rp 20 ribu.
Selain makanan, Pop! Hotel Stasiun Kota menjalin kerja sama dengan UMKM lain untuk memproduksi sandal hotel. Salah satu sentra produksi yang paling besar ada di eks lokalisasi.
Sandal-sandal tersebut diberikan kepada tamu yang menginap di hotel tersebut. Selain itu, karyawan hotel mengenakan pakaian batik yang berasal dari perajin batik di Surabaya. Dukungan ke UMKM tidak setengah-setengah.
”Namun, yang paling banyak kami ambil dari pelaku UMKM adalah makanan ringan. Karena perputarannya cepat dan mereka bisa mendapatkan untung dengan cepat pula,” jelasnyi. Odek, sapaan akrab Satriani Melati Damanik.
Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya hotel itu menjalin kerja sama dengan UMKM untuk menyediakan telur. Sayangnya, kerja sama tersebut berakhir karena UMKM tersebut tidak mampu memenuhi permintaan hotel. Beberapa pelaku UMKM juga menawarkan produk kain mereka untuk dijual di hotel, tetapi keterbatasan tempat membuat kerja sama belum sempat dilakukan.
Namun, penolakan tersebut digantikan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan selama setahun, sebagai bentuk bantuan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi mereka. ”Kebetulan, mereka juga berada dekat dengan hotel kami,” tambahnya.(*)

