SURON.CO, Jember – Tahun ini merupakan tahun politik. Meski begitu, Bupati Jember Hendy Siswanto mengingatkan supaya menuju pesta demokrasi ini tidak mengesampingkan pengendalian inflasi. Sekaligus persoalan kesehatan seperti stunting, angka kematian ibu-bayi (AKI-AKB), serta kemiskinan ekstrem.
Menurutnya, pesta demokrasi harus diwujudkan dengan meriah. Namun, bukan sekadar wujud kampanye dan pencoblosan, melainkan kebahagiaan yang dikemas lengkap. “Harus memiliki dampak baik kepada masyarakat. Masyarakat harus merasakan kebahagiaan pesta juga,” terang Bupati Hendy.
Pihaknya juga sedang berancang-ancang menjadikan setiap penyelenggaraan pemilu sebagai kesempatan meningkatkan perekonomian melalui jalan ekonomi kemasyarakatan.
Nantinya, Bupati Hendy akan berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember untuk membuat event yang melibatkan pelaku UMKM. Baik di kawasan Kota Jember maupun yang berada jauh dari kota. “Pemilu 2024 ini jadi kesempatan. Jangan sampai perekonomian jadi berhenti,” ucapnya.
Rentetan tahapan pesta demokrasi harus dimanfaatkan secara terbuka. Lebih-lebih bagi para pelaku UMKM yang harus sigap melihat peluang. Sebab, kata dia, pada saat itu kesempatan terbuka lebar untuk masyarakat. Sehingga, anggaran yang dialokasikan untuk pemilu, lanjutnya, juga akan berputar untuk warga Jember.
Tak hanya KPU Jember, setiap calon legislatif (caleg) yang menggelar kampanye di Jember diminta agar mengikutsertakan pelaku UMKM. Ketika setiap caleg mengikutsertakan pelaku UMKM dalam kegiatan kampanye, maka bisa dipastikan dampak perputaran ekonomi akan dirasakan secara luas. “Caleg itu kan banyak. Kalau semua melibatkan UMKM, dampaknya akan ke seluruh Jember,” ucapnya.
Untuk itu, pesta demokrasi harus menjadi salah satu momen terbaik dalam meningkatkan perekonomian di Jember. Geliat ekonomi pada saat itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. (*)

