SURON.CO. Kediri – Warga Dusun Ngrembang, Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri dikenal sebagai produsen makanan ringan tradisional rengginang. Masyarakat setempat memproduksi rengginang sejak era 70-an. Beberapa di antaranya dilanjutkan secara turun temurun dari orang tua ke anak.
“Mulai ikut merintis, meneruskan usaha rengginang pada 2001. Kemudian mencoba menciptakan varian bentuk dan rasa. Seperti rasa manis, gurih, terasi dan terakhir adalah rasa udang,” tuturnya, Jumat (7/7).
Meski terlihat sederhana, dengan terbuat dari nasi atau beras ketan, rengginang produksi Dusun Ngrembang sudah terbang ke sejumlah negara.
Ekspor rengginang dilakukan jauh hari sebelum pandemi Covid-19 melanda. Jepang, Malaysia dan Arab Saudi menjadi negara tujuan saat itu dengan total ekspor mencapai sekitar 3 ton.
Ditambahkan Hartakim, inovasi para produsen tidak lepas dari pendampingan dan pelatihan yang diberikan Pemkab Kediri. Pelatihan yang sering didapat sendiri mulai dari pengembangan kemasan sampai ekspor. “Termasuk menciptakan kemasan. Dulunya jadul setelah ada pelatihan jadi lebih kreatif. Begitu juga bentuk dan rasa,” ujarnya.
Hartakim mengungkapkan, pada saat awal ia merintis usaha produksi rengginang tersebut, ada 6 tetangganya yang juga menjadi produsen. Selang 2 dekade, saat ini ada kurang lebih 40 orang yang ikut menjadi produsen. Para produsen tersebut juga telah memiliki koperasi berbadan hukum.
Dusun Ngrembang, Desa Kayunan kini disiapkan untuk menjadi salah satu Desa Devisa baru Provinsi Jawa Timur. Desa Devisa merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan pengembangan UMKM di wilayah Jawa Timur untuk menembus pasar ekspor.
Wilayah tersebut bukan tanpa alasan menjadi pilihan calon Desa Devisa baru. Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ada tiga hal utama yang harus dipenuhi untuk menjadi Desa Devisa.
“Yang pertama harus original, dilakukan disiapkan diproduksi desa bersangkutan. Kedua banyak komunitas yang memproduksi hal yang sama. Lalu ketiga asosiasi, bisa koperasi bisa kelompok. 3 itu syarat utama, ” ujar Khofifah Indar Parawansa.(*)

