SURON.CO, Surabaya – Bayu Eko Moektito atau yang akrab disapa Bayu Skak telah terbukti sukses melahirkan berbagai film dengan penonton jutaan orang.. Untuk mengungkit ekonomi lokal, Bayu Skak pun menggandeng UMKM hingga pelaku kreatif di Jawa Timur untuk terlibat dalam film lokadrama terbarunya, Lara Ati 2.
Bayu Skak mengungkap alasan ingin menggandeng UMKM. “Sesuai dengan namanya, lokadrama merupakan singkatan dari drama lokal. Harapannya, ini bisa menjadi lokomotif untuk menarik gerbong yang lain,” kata Bayu dalam acara Apresiasi Kreatif Indonesia (AKI) yang digelar Kemenparekraf tersebut.
Gerbang yang dimaksud Bayu menyangkut para seniman, sineas film, pelaku UMKM, hingga berbagai kelompok kreatif lainnya. “Untuk mengangkat kearifan lokal dalam sebuah series atau film, sangat menjanjikan ke depannya,” ujarnya.
Ide ini muncul dari drama Korea yang seringkali membawa tradisi dan budaya lokal di sana. Misalnya, kuliner, pakaian hingga musik. Berbagai tampilan tersebut lantas mempengaruhi para pecinta drama Korea. Tak sedikit yang lantas mengenal atau bahkan meniru hal tersebut di Indonesia. “Kita melihat Korea, melakukan hal yang sama,” kata pemeran Joko Harjono dalam Lara Ati ini.
Menurutnya, dari film, mereka memperkenalkan makanan Korea. Sehingga, apabila 20 tahun lalu tidak ada restoran Korea di Surabaya, sekarang banyak. Karena apa? Karena mereka memperkenalkan lewat film. “Orang itu, mulai dari kenali, cintai, konsumsi,” jelasnya.
Harapannya, lokadrama garapannya tersebut bisa membawa semangat yang sama. “UMKM ini bisa masuk dalam gerbong yang ditarik oleh lokadrama,” katanya.(*)

