SURON,CO, Surabaya – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri M Choirur Rofiq mengungkapkan bahwa Bank Indonesia memiliki 1.843 UMKM binaan dan mitra di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 379 di antaranya merupakan UMKM potensi ekspor.
Upaya penguatan UMKM berorientasi ekspor dilakukan melalui dua strategi besar. Yaitu Pull Strategy (market driven) dan Push Strategy (melalui fasilitasi pemenuhan sertifikasi kepada UMKM binaan dan mitra BI). Upaya tersebut mencakup market intelligence and insight, identifikasi standarisasi, fasilitasi, dan sinergi.
“Kami memiliki beberapa strategi untuk mendorong UMKM Jatim Go-Ekspor, dan Go-Digital. Implementasi strategi tersebut membutuhkan kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengatasi gap pasar, sertifikasi dan standarisasi UMKM kita,” jelas Rofiq.
Hal ini diungkapkannya dalam seminar dan Workshop UMKM Pengembangan UMKM dalam Era Society 5.0 yang diadakan Keluarga Alumni Universitas Jember (Unej) di Hotel Alana, Surabaya, Minggu (16/7). Hadir pula Rektor Universitas Jember Iwan Taruna.
Bersama alumni Universitas Jember, Bank Indonesia siap memfasilitasi pelatihan peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, pelatihan digital marketing, pelatihan sertifikasi produk seperti SNI,HACCP, ISO.
Komoditas utama UMKM ekspor binaan Bank Indonesia adalah produk perikanan, pertanian (kopi) dan kerajinan. Dengan pasar Eropa, Amerika, dan Asia. Khusus untuk kopi, ada 6 UMKM kopi binaan BI.
“Pemerintah memberikan konsern yang luar biasa untuk pemberdayaan UMKM. Termasuk bagaimana perguruan tinggi sebagai salah satu tempat untuk membentuk atau melahirkan calon entrepreneur. Mahasiswa Unej pasti kita bekali dengan kemampuan entrepreneur,” ungkap Rektor Universitas Jember Iwan Taruna.(*)

