SURON.CO, Banyuwangi – Dinas Perikanan Banyuwangi sedang melakukan pendampingan terhadap para istri nelayan yang tinggal di daerah pesisir.
Para istri nelayan itu diberdayakan sehingga mampu mengembangkan usaha dengan bahan baku berbasis hasil laut untuk menopang perekonomian keluarga.
Saat ini ada empat kecamatan yang mendapat pendampingan oleh Dinas Perikanan. Para istri nelayan telah mendapat pendampingan dan pemberdayaan pengembangan usaha.
Kadis Perikanan Banyuwangi Alief Rachman Kartiono menegaskan bahwa empat kecamatan yang telah mendapat program ini berada di Kecamatan Pesanggaran, Muncar, Tegaldlimo, dan Blimbingsari. “Konsep pemberdayaan istri nelayan bertujuan agar mereka tetap bisa berpenghasilan meskipun kondisi paceklik ikan,” ungkapnya.
Pendampingan para istri nelayan di empat kecamatan dari Dinas Perikanan Banyuwangi ini sedang berjalan. Selanjutnya lima kecamatan lain akan menyusul mendapat program serupa. Adapun lima kecamatan antara lain Kecamatan Kalipuro, Wongsorejo, Kabat, Purwoharjo, dan Banyuwangi.
Pendampingan dan pengembangan usaha para istri nelayan di masing-masing kecamatan tidak sama ditentukan dengan sumber daya laut yang ada di sana.
Para istri nelayan di Muncar diajari cara membuat kerupuk ikan. Sedangkan di Blimbingsari yang terkenal sebagai destinasi wisata ikan bakar diajarkan teknik membuat kudapan tersebut.
“Di Tegaldlimo mereka membuat olahan dari siput laut. Kalau di Pesanggaran beda lagi. Ibu-ibu di sana membuat abon ikan,” ujarnya.
Selama ini istri nelayan lebih bersikap pasif dan menjadi ibu rumah tangga. Mereka sangat tergantung dari penghasilan suami selaku nelayan tangkap. Padahal potensi sumber daya alam yang dapat dikelola dan dikembangkan menjadi sebuah usaha begitu besar.(*)

