SURON.CO, Surabaya – Pemkot Surabaya memberikan pelatihan dan konsultasi kepada pelaku UMKM dari kalangan disabilitas. Upaya ini mendapat apresiasi Komisi B DPRD Kota Surabaya yang membidangi ekonomi dan keuangan.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu tersebut menunjukkan bahwa adanya komitmen yang serius dari pemerintah kota dalam mengembangkan para pelaku UMKM dari kalangan disabilitas.
“Ini sangat bagus. Kami sangat mendukung komitmen seperti ini. Ini yang dibutuhkan oleh kawan-kawan pelaku UMKM kalangan disabilitas,” katanya.
Anas yang merupakan politisi Fraksi PDI Perjuangan Surabaya ini menambahkan bahwa pendampingan yang konkret seperti ini bisa memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM dari kalangan disabilitas untuk mengembangkan usahanya.
“Memberikan ruang pelatihan dan konsultasi seperti ini mampu meningkatkan potensi mereka. Nantinya mereka semakin berdikari dalam berwirausaha,” sambungnya.
Oleh karena itu kata Anas, pihaknya terus mendorong pemkot untuk meningkatkan upaya serupa agar para pelaku usaha dari kawan-kawan disabilitas ini mendapatkan hak yang sama.
“Kami dari Komisi B akan terus memberikan support kepada pemkot untuk terus memberikan pelayanan optimal terhadap pelaku UMKM, terutama kawan-kawan disabilitas. Sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang bersama,” pungkasnya.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Dinas Sosial, serta Bank Jatim memberikan pelatihan dan konsultasi kepada 40 pelaku UMKM disabilitas di kota Surabaya.
Koordinator Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Erringgo Perkasa mengatakan bahwa para pelaku UMKM ini mendapatkan NIB kemudian PIRT serta pelatihan dalam penambahan KBLI secara mandiri untuk pengembangan usahanya.
Eringgo menambahkan, 40 pelaku UMKM dari kalangan disabilitas ini terdiri dari banyak jenis usaha mulaindari makanan. Kemudian toko kelontong hingga merchandise. Disisi lain, Eringgo juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah mencatat setidaknya ada 82 ribu NIB yang telah dimiliki oleh pelaku usaha di Surabaya.(*)

