SURON.CO, Sidoarjo – Bidang Pemasaran Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop-UKM Jatim) menyelenggarakan focus group discussion (FGD) pengembangan informasi pasar dan wirausaha terkait test market luar negeri.
Dari 400 UKM pendaftar telah dipilih, yang memenuhi syarat administrasi sebanyak 30 UKM bidang kriya dan kuliner. Mereka mengikuti kegiatan di Kantor Diskop-UKM Jatim, Sidoarjo.
Di era sekarang ini sangat memungkinkan untuk UMKM mendapatkan pelanggan bukan saja anta daerah, antarprovinsi, tetapi juga antarbenua, dan antarnegara. Sebab, saat ini informasi berkembang sangat cepat.
“Keterbukaan bisnis sudah semakin nyata dan tidak ada lagi batas antarnegara dengan pertumbuhan digital yang sangat cepat,” ujar Kepala Bidang Pemasaran, Diskop-UKM Jatim Andrio Himawan Wahyu Aji.
Berbagai macam bisnis di era sekarang, lanjut dia, didukung oleh akses yang memudahkan para pelaku usaha untuk bisa mengembangkan dan memajukan usaha. Mulai dari kemudahan mempromosikan produk melalui media sosial, mencari informasi pasar melalui internet, dan memasarkan produk melalui e-commerce, seperti platform alibaba, amazon dan juga madeinindonesia.com.
Narasumber pertama dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim dan Universitas Ciputra Surabaya, Thomas Stefanus Kaihatu. Dia memaparkan tentang pengetahuan dan pemahaman ekspor UMKM. Ia memberikan pemahaman mengenai kepentingan dan tujuan ekspor dari sisi pemerintah dan UMKM, beserta langkah-langkah ekspor langsung UMKM.
Nrasumber berikutnya dari Bidang Teknis Akses Pasar, Promosi dan Pemasaran Export Center Surabaya, Jalian Setiarsa yang akrab dipanggil Arso. Dia menyebutkan aspek kurasi produk ekspor, yaitu legalitas, kualitas, kapasitas, dan kontinuitas..(*)

