SURON.CO, Surabaya – Upaya meningkatkan kualitas produk UMKM melalui sertifikasi halal terus dilakukan Pusat Kajian Halal (PKH) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Selain membuka konsultasi dan pendampingan berkala di UMKM binaan, PKH ITS juga kerap hadir dalam kegiatan publik yang melibatkan UMKM. Seperti di Syariah Fair pada pekan lalu di JX International Exhibition, Jatim Expo Surabaya.
Koordinator PKH ITS Orchidea Rachmaniah mengungkapkan, timnya terdiri atas dosen-dosen dari Program Studi Teknik Pangan, Departemen Teknik Kimia hingga mahasiswa ITS dari berbagai departemen hadir dalam Syariah Fair yang diadakan pihak KSBB.Acara ini sebagai salah satu wujud dukungan terhadap UMKM sekaligus mensukseskan program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) tahun 2023.
“PKH ITS melalui para pendamping proses produk halal (PPH)-nya telah teregistrasi dan terdaftar resmi di BPJPH memberikan penawaran pendampingan kepada para UMKM. Baik yang menjadi tenant maupun hanya sebagai pengunjung di Syariah Fair ini,” ujarnya.
Pendampingan ini untuk pengajuan melalui skema sertifikasi halal atas pernyataan pelaku usaha atau yang lebih dikenal dengan sertifikasi halal self-declare.
Selain itu, pendamping PPH juga memberikan edukasi mengenai proses produksi halal sekaligus konsultasi untuk pernyiapan pengajuan sertifikat halal secara reguler. Secara umum, UMKM yang datang pada booth PKH ITS telah mengetahui adanya program Sehati yangg telah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2019.
Glamstree_eatery, salah satu UMKM telah mendapatkan pendampingan gratis dari PKH ITS di tahun 2022. Sertifikat halalnya telah terbit di tahun yang sama. Usahanya sangat terbantu dengan adanya pendampingan sertifikasi halal dari PKH ITS.
“Saya merasa lebih percaya diri dalam memasarkan produk setelah mengkantongi sertifikasi halal. Selain itu, konsumen penggemar pun merasa lebih aman untuk membeli dan mengonsumsi produk saya,” ujar Dhani, pemilik Glasmtree_eatery.(*)

