SURON.CO, Malang – Ajang Malang Fashion and Food Festival yang digelar Sabtu (22/7) di mampu mempromosikan sejumlah potensi sektor pariwisata dimotori oleh pelaku UMKM.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yulidadi mengatakan, festival tersebut akan menjadi wadah untuk mempromosikan sejumlah potensi pariwisata. Seperti batik tradisional dan kuliner khas Kota Malang.
“Event digelar dengan konsep pasar rakyat dan tempo dulu yang dimeriahkan dengan berbagai hiburan. Tentu setiap tenant akan menampilkan sebaik mungkin, karena nanti akan dipilih juga tenant terbaik,” kata Eko.
Eko menjelaskan, festival yang akan digelar di Balai Kota Malang mulai pukul 15.00 WIB tersebut juga akan dimeriahkan dengan sejumlah atraksi permainan anak dan menampilkan sejumlah seniman musik.
Menurutnya, Malang Fashion and Food Festival tersebut diikuti oleh 50 pelaku usaha kuliner tradisional dan batik di Kota Malang. Diharapkan, festival tersebut bisa menjadi alternatif wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang. “Harapannya event ini menjadi hiburan dan alternatif destinasi wisata bagi masyarakat dan wisatawan,” katanya.
Wali Kota Malang Sutiaji, menambahkan, ia mengajak warga Kota Malang dan wisatawan untuk hadir dalam festival tersebut. Festival tersebut, diharapkan juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi para pelaku UMKM.
“Ini akan menjadi ajang aktualisasi jati diri Kota Malang melalui fesyen dan kuliner serta membawa dampak pertumbuhan ekonomi bagi para pelaku UMKM,” kata Sutiaji.
Pada 2023, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menargetkan jumlah kunjungan wisatawan meningkat seiring dengan adanya sejumlah event besar yang digelar di wilayah tersebut.
Tercatat, pada 2022, Kota Malang dikunjungi 13,5 juta kunjungan wisatawan yang merupakan salah satu potensi untuk pengembangan sektor pariwisata di wilayah itu. Wisatawan tersebut berkunjung ke 53 destinasi wisata seperti kampung tematik, taman kota, museum, dan lainnya.(*)

