iniSO.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terus memperkuat ekosistem digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai strategi meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), Pemkab Sampang mengintensifkan berbagai program pembinaan agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskopindag Kabupaten Sampang, Evi Hariati, mengatakan penguatan ekosistem digital menjadi salah satu langkah untuk mendorong UMKM naik kelas.
“Pemkab Sampang terus melakukan pembinaan secara intensif agar pelaku UMKM bisa memasarkan hasil produk mereka melalui ruang digital, sehingga pemasaran tidak hanya dilakukan secara manual,” ujar Evi, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah secara rutin menyelenggarakan pelatihan literasi digital, klinik pemasaran, kurasi produk, hingga pendampingan oleh mahasiswa yang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Sampang.
Program kurasi produk dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memenuhi standar kualitas sehingga produknya memiliki peluang masuk ke pasar modern, termasuk jaringan ritel nasional.
“Kalau kurasi produk kami lakukan untuk membantu memastikan standardisasi mutu agar bisa masuk ke pasar modern seperti ritel jejaring nasional,” katanya.
Selain itu, mahasiswa peserta KKN turut memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.
Data Diskopindag Kabupaten Sampang mencatat hingga 26 Juli 2026 terdapat 30.214 pelaku UMKM di wilayah tersebut. Jumlah itu terdiri atas 1.624 wirausaha baru, 808 pedagang kaki lima, 23.405 usaha mikro, 4.700 wirausaha pemula, serta 2.303 wirausaha mapan aktif.
Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen pelaku UMKM telah memanfaatkan platform digital untuk mendukung aktivitas usaha mereka.
“Hampir 80 persen dari total pelaku UMKM yang ada di Sampang kini sudah bisa memanfaatkan sarana digital dalam menjalankan aktivitas mereka, berkat pelatihan dan pendampingan yang terus kami lakukan,” ungkap Evi.
Selain memperkuat kapasitas digital, Pemkab Sampang juga terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan usaha melalui skema berbunga rendah, salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pemerintah daerah berharap sinergi antara digitalisasi usaha, peningkatan kualitas produk, dan kemudahan akses permodalan mampu mempercepat pertumbuhan UMKM, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat perekonomian Kabupaten Sampang.

