SURON.CO, Surabaya – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) memberikan pemahaman mekanisme dan prosedur Kredit Dana Bergulir APBD Jawa Timur serta Program Kredit Sejahtera (Prokesra) kepada para pelaku UMKM.
Hal ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan sebagai upaya untuk menambah wawasan para pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (K-UMKM) mengenai fasilitas permodalan yang dapat diakses untuk membantu pengembangan usaha.
Dalam rangkaian acara K-UMKM Expo ke-10 yang digelar di Grand City Convention and Exhibition Centre, Surabaya, ada salah satu talkshow pembiayaan Dagulir dan Prokesra, Bantu Mudahkan UMKM Naik Kelas.
Melalui talkshow ini, peserta diharapkan bisa memanfaatkan program pembiayaan dengan bunga ringan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur di dalam mengembangkan usaha. Tentunya supaya bisa naik kelas baik dari sisi parameter keuangan maupun kinerja.
Peserta talkshow berjumlah lebih kurang 60 orang yang terdiri dari gerakan koperasi dan UMKM di 5 kabupaten-kota. Yaitu Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten dan Kota Mojokerto.
Kepala Bidang Pembiayaan Diskop-UKM Jatim Arif Lukman Hakim menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur selama beberapa tahun terakhir yang menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa Timur pada kuartal II tahun 2023 terhadap kuartal II 2022 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,24 persen.
Pertumbuhan ekonomi ini menjadi penyumbang terbesar kedua di Pulau Jawa sesudah DKI Jakarta dengan kontribusi sebesar 25,23 persen. Sedangkan kontribusi total terhadap pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia sebesar 14,45 persen.
“Pertumbuhan ekonomi yang cukup besar ini disumbang separo lebih tepatnya 58,36 pada tahun 2022 oleh sektor UMKM. Termasuk di dalamnya koperasi. Kita berharap agar kontribusi sektor K-UMKM ini terus meningkat,” jelas Arif.
Melihat potensi K-UMKM yang terus meningkat tersebut, kata Arif, gubernur Jawa Timur meminta Diskop UKM Jatim untuk terus memberikan pembinaan-pembinaan kepada para pelaku K-UMKM. Kemudian diterjemahkan melalui 5 langkah strategis. Yaitu pembinaan pada aspek kelembagaan, aspek peningkatan kualitas SDM, aspek produksi, aspek pemasaran, dan aspek pembiayaan.(*)

