SURON.CO, Surabaya – Bank Jatim sebagai bank pembangunan daerah (BPD) harus mampu mendorong UMKM Jatim naik kelas. Salah satunya dengan memberikan support bahwa ekspor itu mudah.
Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri HUT ke-62 Bank Jatim di Convention Hall Grand City, Surabaya.
“Kemarin saya melepas ekspor rumput laut dari Sidoarjo ke Australia sebesar Rp 150 juta. Bukan soal nominalnya, tapi bagaimana semangat para pelaku UMKM yang harus kita dorong bersama. Bahwa ekspor itu mudah. Maka program desa pendulum devisa ini sangat penting untuk meyakinkan bahwa market sangat luas, ekspor itu mudah,” jelasnya.
Khofifah juga mendorong Bank Jatim terus berinovasi, bersinergi, dan berkolaborasi mewujudkan transformasi digital banking menuju BPD nomor satu di Indonesia. Namun, hal ini tentunya harus diikuti dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking principle).
“Saya berharap Bank Jatim terus bersinergi dan membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Insya Allah Bank Jatim bisa menjadi BPD nomor satu di Indonesia. Jadi, meskipun Bank Jatim sudah 62 tahun, tapi semangatnya harus tetap sat set, wat wet sama seperti umur 26 tahun,” jelasnya.
Khofifah mengatakan, inovasi adalah hal yang sangat penting di dunia perbankan. Terutama dalam hal teknologi digital. Bank Jatim sendiri sudah memiliki inovasi digital JConnect mobile.(*)

