SURON.CO, Malang – Sekitar 30 pelaku UMKM di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dikenalkan aplikasi Pinter Dodolan (Pindol). Kegiatan ini digelar Tim Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) Universitas Widyagama (UWG) Malang di Pendapa Kecamatan Karangploso.
Ketua Tim Fitri Marisa mengungkapkan, kegiatan launching aplikasi Pindol tersebut bertujuan untuk mengenalkan aplikasi smart marketplace hasil luaran dari kegiatan PTUPT tahun ke-2.
Aplikasi tersebut terbentuk bersama timnya, yakni Arie Restu Wardhani dari Prodi Teknik Industri dan Wiwin Purnomowati dari Prodi Akuntansi. Berbeda dari aplikasi marketplace lainnya, Pindol ini kata Fitri, memiliki kelebihan dalam fasilitas komunikasi antarpenjual. Sehingga para penjual dapat berkolaborasi satu sama lain dengan mengambil atau menawarkan produk antar partner.
“Pendekatan kolaborasi yang terinspirasi dari prinsip silaturahmi ini mengedepankan keeratan hubungan berpartner antarpemilik UMKM untuk menguatkan satu sama lain,” tuturnya.
Dia mencontohkan, misalnya ada pembeli di penjual A yang membutuhkan suatu produk lain yang tidak dijual oleh penjual A, maka penjual A bisa berkolaborasi dengan penjual B yang menyediakan produk yang diinginkan pembeli.
Selain pendekatan kolaborasi, pendekatan intelligent system juga digunakan dalam aplikasi Pindol untuk menyajikan rekomendasi partner yang cocok dalam berkolaborasi. Dengan aplikasi smart marketplace diharapkan UMKM di Malang Raya bisa lebih optimal berkolaborasi dalam hal pemasaran.
UMKM yang mendapat sosialisasi tersebut tergabung dalam Asosiasi UMKM Karangploso (Akukarlos). Asosiasi ini terbentuk sejak 2019. Ketua Akukarlos Agung Rino Santiki mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama tersebut. “Karena kelemahan UMKM saat ini adalah kelancaran penjualan produk,” kata dia.
Saat ini pemasaran UMKM di Karangploso yang saat ini berjumlah 1600 tersebut mayoritas dipasarkan secara offline. “Harapannya dapat menampung para UMKM dengan lebih fleksibel,” tuturnya.(*)

