SURON.CO, Surabaya – Konsistensi merupakan hal yang perlu dijaga oleh pelaku UMKM. Sikap ajek harus dimiliki. Sebab, itu lekat halnya dengan reputasi. Konsistensi tersebut utamanya terkait soal packaging atau kemasan dan kualitas produk. Keduanya harus benar-benar diperhatikan.
“Nama baik UMKM harus dijaga. Karena kekecewaan pembeli bisa panjang ceritanya,” ujar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Surabaya Rini Indriyani di hadapan 100 UMKM makan minum, kerajinan tangan, dan fashion.
Hadir dalam acara SapaNusa Bootcamp UMKM Hebat bertema Digitalisasi Produk Naikkan Omzet, Rini Indriyani mengajak pelaku usaha untuk belajar menjadi pengusaha yang profesional. Menurutnya, hal itu dapat dimulai dengan menjaga konsistensi kualitas produk.
Rini menjelaskan harga bahan baku boleh saja naik. Namun bisa diakali dengan diperkecil ukuran atau dikurangi beratnya. Ia menekankan, jangan sampai kualitas produk menurun. Hal tersebut bisa berdampak pada tingkat kepuasan pembeli. “Karena orang melihat kualitasnya. Mereka tidak mau tahu ada kendala apa yang terjadi,” sambung istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ini, Rabu (13/12).
Ketua Dekranasda Surabaya menyebut, konsistensi ternyata berdampak luas. Salah satunya, bisa mempengaruhi kelolosan kurasi pusat oleh-oleh dan sentra UMKM.
Dia memberi contoh soal proses seleksi di pusat oleh-oleh Kota Pahlawan, Surabaya Kriya Gallery (SKG). Produk UMKM yang titip jual di SKG rutin dikurasi tiap tiga bulan sekali. Bila kualitasnya menurun, produk dapat diganti. “Bila ada kesulitan bisa berkolaborasi dan bersinergi sesama UMKM. Saling menggandeng untuk membuat produk,” katanya.(*)

